Situs Lucu Agar Pemilih Bersikap Bijak  

Jum'at, 06 Maret 2009 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah situs Internet berusaha membujuk para pemilih agar bersikap bijak, tidak mencontreng calon legislator tidak berkualitas pada pemilihan umum bulan depan, dengan cara lucu.

Situs itu, bernama Jangan Bikin Malu 2009, dibuka dengan halaman depan sebuah video "kampanye" Barack Hussein Obama--tentu saja yang ini adalah Obama dari Bandung yakni Ilham Anas--yang menyatakan siap dipilih untuk memimpin Indonesia. Dengan syarat, katanya: "Jangan bikin malu 2009."

Yang paling membuat senyum adalah rubrik "Pemilu Pasphoto" yang menerima kiriman foto baliho dan iklan-iklan kampanye dari seluruh Indonesia. Para pengeklik situs ini bahkan bisa "memberi suara" terhadap baliho yang dianggap paling "membuat malu".

Salah satu baliho kampanye yang paling banyak mendapat suara situs ini tampak di samping kiri ini.

Pembuat situs menyatakan bahwa mereka frustasi dengan partai yang kurang berkualitas. Mereka hanya mengotori jalan dengan spanduk. Mereka, tulis situs ini, "Mengumbar janji generik tanpa ngomongin rencana kerja."

Mereka ingin para legislator itu memberi janji kongkrit, misalnya, memberi potongan pajak 15 persen bagi keluarga yang memiliki anak sedang kuliah. Atau, ide lain, memberi subsidi penuh bagi anak yang mendapat peringkat 1-3 di sekolah negeri.

Situs ini ditulis dengan gaya anak muda. Dan sebagaimana layaknya anak muda, yang akrab dengan jejaring sosial di Internet, mereka juga memberi komentar dan diskusi tentang pemilihan umum di Facebook.

NURKHOIRI

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [1] :

  • Bangsa tempe

    Selayak harus memakai nama; JANGAN BIKIN MALU BANGSA TEMPE TAHUN 2009.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan