close

Vatikan Kecam Kebijakan Aborsi Obama

Minggu, 25 Januari 2009 | 06:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Vatikan mengutuk langkah Presiden Barack Obama yang memulihkan dana untuk klinik keluarga berencana di luar negeri yang memberi saran atau menangani aborsi.

Seorang pejabat Vatikan mengatakan menentang orang-orang berkuasa yang berpikir mereka dapat menentukan antara hidup dan mati.

Pejabat lain mengatakan hal itu merupakan tamparan terhadap kelompok-kelompok yang memerangi pembantaian mereka yang tak berdosa..

Gedung Putih mengatakan langkah itu menggabungkan AS dengan negara-negara lain yang melawan kemiskinan dan mempromosikan kesehatan.

Pada hari Jumat, Obama mengakhiri larangan pemberian dana federal AS ke kelompok internasional yang melaksanakan aborsi atau memberikan informasi tentang aborsi.

Dalam wawancara yang diterbitkan di sebuah surat kabar Italia pada hari Sabtu, pejabat senior Vatikan Monsignor Rino Fisichella mendesak Obama untuk mendengarkan semua suara di Amerika tanpa sikap arogansi orang-orang yang berkuasa, yang percaya mereka dapat menentukan kehidupan dan kematian.

"Jika ini merupakan salah satu langkah pertama Presiden Obama, saya harus berkata, dengan segala hormat, bahwa kami kecewa," ujar Mr Fisichella, yang memimpin Pontifical Academy for Life Vatikan, kepada Corriere della Sera.

BBC | ERWIN

Info Grafis

  • Tugas Obama Dalam 100 Hari

    Tak lama setelah Barack Hussein Obama Junior diambil sumpahnya sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat, 20 pejabat senior yang dipilihnya segera bekerja. “pekerjaan rumah” itu adalah...

  • Presiden Ditusuk, Presiden Disentuh

    Berbeda dengan di sini, memilih presiden di Amerika Serikat bisa dilakukan dengan banyak cara. Alat yang tersedia tidak seragam, tergantung keputusan tiap-tiap daerah
    pemilihan tentang mana yang lebih dipercaya. Yang jelas, bukan sebatang paku dan bantal tatakannya.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan