close

Teroris Mumbai Diklaim Mendapat Pelatihan di Luar Negeri  

Jum'at, 28 November 2008 | 09:03 WIB

TEMPO Interaktif, Berlin: Analis dan ahli anti teroris mengatakan skala, kecanggihan, dan target yang dilibatkan dalam serangan di Mumbai lain daripada serangan teroris sebelumnya di India. Menurut ahli teroris yang menyerang kali ini mendapat pelatihan di luar negeri.

Namun para ahli mengklaim terlalu dini untuk mengetahui siapa di balik aksi berdarah ini. Itu meskipun banyak klaim yang menyebutkan teroris-teroris tersebut adalah dari kelompok Islam radikal yang tidak dikenal.

Pejabat di India, Eropa, dan Amerika Serikat mengatakan kemungkinan teroris itu berasal dari jaringan yang berbasis di Pakistan. Teroris ini, menurut para pejabat tersebut, sempat mendapatkan dukungan dari badan intelijen Pakistan.

“Ini merupakan sesuatu yang baru dalam konteks jihad global. Tidak ada grup teror di India yang mempunyai kemampuan tinggi seperti apa yang terjadi di Mumbai. Tujuannya adalah merusak citra ekonomi India yang tengah bangkit dan memprovokasi pertikaian India-Pakistan,” kata Bruce Riedel, mantan analis agen rahasia Amerika Serikat, CIA wilayah Asia Selatan, dan penulis buku 'The Search for Al-Qaeda', Jumat (28/11).

Analis keamanan lainnya mempunyai pendapat yang sama dengan Riedel. “Apa yang mengejutkan adalah teroris di Mumbai ini telah merencanakan serangan mereka serapih mungkin,” kata Roger W. Cressey, mantan pejabat antiteroris Gedung Putih pada era kepemimpinan Bill Clinton dan George Bush.

Sebuah tayangan di televisi lokal India memperlihatkan teroris di Mumbai bersenjatakan lengkap. Mereka membawa senapan otomatis dan tas yang dipenuhi amunisi dan granat. Menurut analis fakta bahwa para teroris mampu bergerak cepat dalam aksinya dan mampu 'melumpuhkan' pasukan keamanan India, memperlihatkan mereka telah mendapatkan pelatihan di luar negeri.

Mumbai, yang dulunya bernama Bombay, mendapat serangan sekelompok teroris kemarin. Serangan itu mengakibatkan tewasnya lebih dari 100 orang, di mana teroris tersebut menyerang objek-objek vital kota seperti hotel-hotel mewah, Taj Mahal dan Oberoi Trident.

WASHINGTONPOST | BAGUS WIJANARKO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [5] :

  • Indonesia satu

    terorist memang tidak beradab...tapi secara tidak sadar kita juga kadang jadi terorist...termasuk krisis global adalah terorist dunia...monopoli ...dan korupsi..maka tangkap dan bunuh semua terorist biar negara aman dan damai...

  • Hore

    matilah kalian sadonyo.bapa menunggu di surga

  • Anti provokasi

    Ya, seharusnya rakyat masing2x negara tidak terprovokasi oleh orang2x luar, meskipun satu agama.karena kalau terprovokasi negara sendiri yang rugi..meskipun banyak agama yang claim masing2x yang terbenar, tapi tidak ada kepastiannya..yang pasti percayalah tuhan itu hanya satu...

  • Indonesia damai

    Semoga Indonesia aman dan damai, tidak ada lagi terorisme yang malah menyengsarakan bangsa sendiri

  • Teror..!!!

    No negotiation with TERRORIST karena kekerasan tidak akan menyelesaikan apapun.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan