Australia Kekurangan Indonesianis
Jum'at, 20 Februari 2009 | 10:51 WIB
TEMPO Interaktif, Sydney: Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan Australia kekurangan ahli-ahli yang mengerti mengenai Indonesia atau Indonesianis. Karena itu, Australia akan mendorong mahasiswa mereka untuk belajar budaya dan bahasa Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Smith di hari pertama Konferensi Australia-Indonesia yang digelar di Sydney, Jumat (20/2). Menurut Smith, kegagalan Australia melahirkan ahli-ahli tentang Indonesia ikut berdampak pada hubungan kedua negara.
"Saya rasa Australia telah kehilangan kader-kader spesialis tentang Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Padahal mereka dipuji dan disanjung di masanya," ujar Smith.
"Kami harus memulai... (mendorong) agar para mahasiswa kami belajar budaya dan bahasa Indonesia, (mendorong) agar mahasiswa kami berminat menjadi ahli soal Indonesia, menjadi penerus spesialis-spesialis tentang Indonesia," lanjut Smith.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda mengaku mayoritas ahli-ahli soal Indonesia saat ini sudah terlalu tua.
THE AGE| KODRAT SETIAWAN
Komentar (1)
Jika negara 'tetangga' saja peduli terhadap Indonesia, kapan kita pernah berpikir akan pentingnya mencetak ahli Indonesia dari negeri sendiri yang dapat digunakan untuk kepentingan bangsa ini? Sampai kapan pemikiran, pandangan, imagi dan visi kita dikendalikan dan dibatasi oleh wacana bentukan "tetangga kita yang baik" itu? sampai kapan kita harus menunggu untuk jadi tuan rumah di negeri sendiri? KaPAN kita dapat mengetahui diri kita sendiri? Bukankah pengetahuan tertinggi adalah mengetahui diri sendiri????

