Pemblokiran Blog Berdasarkan Laporan Masyarakat
Selasa, 24 November 2009 | 16:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Departemen Komunikasi dan Informatika mengaku mendapat laporan dari masyarakat soal blog berisi kartun yang melecehkan Nabi Muhammad. "Ada laporan dari beberapa warga yang mengenali situs berisi gambar tersebut," kata Kepala Pusat Komunikasi Gatot S. Dewabroto kepada Tempo di Jakarta, Selasa (24/11).
Departemen Komunikasi menerima laporan pekan lalu. Gatot enggan merinci sumber laporan tersebut. Yang jelas, kartun tersebut menggambarkan tokoh Nabi Muhammad dalam kondisi asusila. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti departemen pimpinan Tifatul Sembiring itu Jumat lalu dengan mengirim surat edaran ke-15 penyedia layanan Internet (Internet Service Provider).
Isinya meminta agar situs yang memuat gambar itu diblokir hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Tapi nanti kalau sudah tidak ada gambar itu, blog-nya akan kami buka lagi," ujarnya. Namun sejauh ini Gatot belum mengetahui apakah pemilik blog itu sudah menghapus gambar tersebut.
Gatot mengatakan, pemblokiran tersebut berdasarkan Undang-Undang Telekomunikasi Pasal 21 yang melarang hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan umum, kesusilaan, dan ketertiban umum. Pegangan lainnya adalah Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 yang melarang pengiriman informasi elektronik yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Menurut dia, pemblokiran ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya situs yang memuat gambar kartun Nabi Muhammad juga diblokir oleh Departemen Komunikasi. Meski demikian, Gatot belum mengetahui langkah yang akan dilakukan selanjutnya, termasuk jika gambar tersebut meluas ke jaringan mailing list. "Belum tahu kalau sampai ke sana apakah akan diblokir juga," ujarnya.
Gatot kembali meminta maaf soal kekeliruan pemblokiran blog yang sempat terjadi. Seharusnya pemblokiran hanya dilakukan pada pelokasi sumber daya seragam atau uniform resource locator (URL), bukan pada domain. Tapi ada miskomunikasi di lapangan sehingga banyak pengguna yang tidak bisa mengakses blog-nya. Kekeliruan itu sudah diperbaiki Senin (23/11) siang. "Tapi saya tak mau menyalahkan siapa-siapa soal kekeliruan itu," katanya tanpa memerinci miskomunikasi yang dimaksud.
DESY PAKPAHAN





Komentar Anda [1] :