close

Film Terlarang

Rabu, 13 Desember 2006 | 14:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga buah film tentang Timor Timur dan Aceh dilarang tayang oleh Lembaga Sensor Film (LSF) dalam ajang Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2006. Kisah ini memang seperti sebuah cerita lama karena tiga film tentang Timor Timur itu tahun lalu juga dilarang tayang dalam ajang yang sama.

Pengambilan kisah yang bias dan sepihak menjadi alasan utama larangan penayangan keempat film tersebut. "Film-film itu dibesut secara sepihak, hanya menampilkan Indonesia sebagai pihak yang kejam. Kita kan masih punya harga diri. Meskipun demokrasi, kita punya nasionalisme," kata Ketua Lembaga Sensor Film Titi Said saat dihubungi Tempo, Senin petang lalu.

Film Passabe garapan sutradara James Leong dan Lynn Lee, film Timor Loro Sae oleh Vitor Lopez, serta Tales of Crocodile karya Jan van den Berg bercerita mengenai perjuangan rakyat bekas provinsi ke-27 Indonesia itu dalam merebut kemerdekaan. Tentu, bagian dari perjuangan tersebut adalah perang serta perlakuan tentara Indonesia yang digambarkan sangat keji kepada mereka. "Masak tentara kita (Indonesia) digambarkan membunuh orang kemudian mengumpankan kepada buaya. Masak kita begitu?" kata Titi tak percaya.

Sementara itu, film Black Road karya jurnalis asal Australia, Willian Nessen, juga tak luput dari gunting sensor. Film yang membutuhkan waktu penggarapan selama empat tahun ini menceritakan upaya Aceh melepaskan diri dari Indonesia. "Saat ini kondisi Aceh kan sudah kondusif. Perdamaian yang bertahun-tahun diusahakan hingga ke Helsinki pun telah membuahkan hasil. Saat ini pemilihan kepala daerah tengah digelar. Kami ingin kondisi kondusif ini tetap terjaga," ungkap Titi.

Selain itu, menurut Titi, masyarakat Indonesia belum siap untuk menyaksikan film-film seperti ini. "Kekejaman yang ditayangkan dalam film-film itu sangat dahsyat," Titi menegaskan. Di pihak lain, Direktur JiFFest Orlow Seunke menyayangkan keputusan LSF untuk tetap melarang penayangan film-film itu. "Alasannya masih sama dengan tahun lalu, masyarakat Indonesia belum siap. Lalu kapan masyarakat akan siap?" tanya Orlow, entah kepada siapa.

Sita Planasari A

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan