Penunggang Naga
Kamis, 28 Desember 2006 | 15:22 WIB
Setiap penunggang naga adalah pahlawan. Ia selalu diberi kekuatan yang dahsyat sebagaimana naga yang ditungganginya. Namun, selama berabad-abad, kisah tentang para penunggang naga telah tamat.
Ketika Eragon (Ed Speleers) muncul sebagai penunggang naga baru, Brom (Jeremy Irons) pun membantunya dengan sukacita. Brom yang telah renta adalah penunggang naga terakhir. Tangan Brom patah ketika naga tunggangan itu menyelamatkan nyawa tuannya. "Naga akan berjuang sampai mati untuk menyelamatkan tuannya," kata Saphira (suara diisi oleh Rachel Weisz), naga yang ditunggangi Eragon.
Eragon dan Brom pun melakukan perjalanan panjang di negeri mereka, Alageisia. Tujuan mereka yang pertama adalah menghancurkan Galbatorix (John Malkovich), sumber kejahatan yang selama ini membuat resah seluruh negeri. Berkat dorongan Brom dan kedahsyatan Saphira, Eragon pun menjadi penunggang naga dan pahlawan baru yang telah lama diimpikan warga seluruh negeri.
Kisah inilah yang diangkat dalam film Eragon. Film ini diangkat dari novel kondang karya Christopher Paolini dengan judul yang sama. Novel ini adalah sekuel pertama dari trilogi penunggang naga. Sejak terbit pada Agustus 2003, karya novelis muda yang lahir 22 tahun lalu di Paradise Valley, Montana, ini langsung meledak di pasar. Novel Eragon terjual 2,5 juta kopi, hanya di wilayah Amerika Utara. Kini novel itu diedarkan ke 38 negara di dunia. Selama 87 minggu, ia masuk daftar buku best-seller versi The New York Times. Novel kedua, Eldest, yang beredar pada Agustus 2005, juga langsung nongkrong di urutan teratas Times' Children's Hardcover Best-Seller List.
Berdasarkan buku itulah, Peter Buchman menulis skenario dengan kualitas prima layaknya ketika ia menulis skenario film Jurassic Park III. Di tangan sutradara Stefen Fangmeier, kisah itu diangkat menjadi sebuah film yang menakjubkan. "Fantasi yang terbangun oleh buku itu membuat orang bertanya, apa yang bisa saya lakukan untuk memvisualkannya," kata Fangmeier, yang telah mengerjakan Saving Private Ryan, Twister, The Perfect Storm, dan Master and Commander: The Far Side of the World ini.
Kisah Eragon pun digarap tak main-main oleh Fangmeier. Ia menggandeng ahli efek visual yang telah teruji. Dia bekerja sama dengan Weta Digital, pusat efek visual yang pernah mengerjakan trilogi Lord of the Rings dan King Kong. Tak hanya itu, Industrial Light and Magic yang menggarap film Star Wars dan Jurassic Park pun digandengnya.
Bisa jadi, para pembaca buku Eragon akan merasa janggal dengan pemadatan yang harus dilakukan Peter Buchman dalam film ini. Gaya terbang Saphira yang lembut bagi sebagian orang juga kurang sepadan dengan apa yang ditulis dalam karya Christopher Paolini. Namun, secara visual, film ini tetap indah dinikmati.
Judul film: Eragon
Sutradara: Stefen Fangmeier
Cerita: Christopher Paolini
Skenario: Peter Buchman
Pemain: Ed Speleers, Jeremy Irons, Sienna Guillory, Robert Carlyle, John Malkovich
Produksi: Fox 2000 Pictures
Nur Hidayat
TOPIK
Komentar Anda
- Eragon
Filmnya bagus apalagi buku kedua yang menurut saya ceritanya lebih bagus klo dibuat film. Tapi kapan buku ke-3 nya terbit????????????
Pengirim : Ary di jakarta





