Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Setan Thailand
Selasa, 18 Desember 2007 | 15:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Karena sang suami, Chob, pemain biola, tidak kunjung pulang dari tugasnya, akhirnya Nualjan (diperankan Siraphun Wattanajinda) pergi mencarinya ke Bangkok. Ia nekat pergi dari desa meski sudah berbadan dua. Ia berangkat berbekal alamat yang ditulis dalam kertas kecil.

Kisah inilah yang diceritakan Wisit Sasanatieng dalam film The Unseeable yang akan mulai ditayangkan di bioskop Indonesia pada 26 Desember mendatang. Film ini juga akan diputar di televisi kabel berlangganan Astro Kirana lewat kerja sama dengan All Asia Multimedia Network (AAMN).

Karena perjalanannya sangat jauh, Nualjan terpaksa memondok sementara di sebuah vila besar. Ia diperbolehkan menginap, asalkan tidak keluar kamar pada malam hari. "Jangan pernah keluar setelah gelap," ujar seorang wanita penjaga vila yang selalu berpakaian hitam dan membawa lampu minyak.

Namun, rasa penasaran mengalahkan ketakutan Nualjan akan gelapnya vila. Seting 1937 membuat penonton percaya bahwa kala itu belum ada listrik. Perempuan berwajah eksotis itu kerap kali mendekati rumah besar Madam Ranjuan (diperankan oleh Supornthip Choungrangsee), yang sebelumnya telah dilarang ke sana. "Sudah diperingatkan untuk tidak menginjakkan kaki sedikit pun (di sana)," si penjaga vila membentak Nualjan ketika mendapatinya keluar mengendap-endap.

Ketegangan sudah muncul sejak awal film The Unseeable diputar. Namun, di tengah cerita, ada kesan kalau Nualjan sudah tidak konsisten dengan pencarian terhadap suaminya yang telah menghilang setahun lalu. Ia terbawa dalam investigasi cerita masyarakat sekitar kekasih gelap sang nyonya yang bukan manusia.

Nualjan adalah tipe wanita yang tidak percaya hantu. Namun, pertemuannya dengan bocah perempuan yang bermain bekel di dalam kamar dan kemudian lari menghilang membuat matanya terbuka. Belum lagi suara tanah yang dicangkul tiap malam atau sepotong tangan yang selalu muncul di altar sesajen pinggir taman untuk mengambil sesaji.

Tampilan kostum para pemain cukup eksotis. Dengan latar peristiwa 1937, para pemain didandani kostum tradisional yang berbau eropa. Artistiknya pun cukup meyakinkan, mulai vila tua, sejumlah bar, sampai pemutar piringan hitam milik sang nyonya.

The Unseeable ini merupakan film ketiga Wisit Sasanatieng di bawah bendera Five Star Production. Sebelumnya, sineas jebolan Universitas Silapakorn, Thailand, itu telah memproduksi dua film yang diganjar berbagai penghargaan, di antaranya Tears of the Black Tiger yang meraih penghargaan Festival Film Vancouver di Kanada pada 2000 dan Citizen Dog yang masuk dalam deretan 10 besar film terbaik 2005 versi majalah Time. AGUSLIA HIDAYAH


Judul : The Unseeable
Genre : Horor
Sutradara: Wisit Sasanatieng
Pemain : Sipahun Wattanajinda, Supornthip Choungrangsee
Produser : Five Star Production Co. Ltd.
Penulis : Kongkait Komesiri


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113788 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data