Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Festival Teater Tutup Tahun
Jum'at, 21 Desember 2007 | 13:06 WIB

Sebanyak 18 grup teater akan bersaing pada ajang Festival Teater Jakarta yang digelar pada 20-31 Desember 2007. Festival dengan tema "Realitas dan Panggung Teater" yang berlangsung di Teater Luwes dan Teater Studio, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, ini sekaligus menjadi penanda tutup tahun.

Walau peserta festival adalah kelompok-kelompok teater asal Jakarta, gaung acara ini sudah berskala nasional. "Kami ingin ajang ini jadi festival teater yang diperhitungkan dunia internasional," kata Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta Arswendi Nasution dalam konferensi pers di TIM, Rabu lalu.

Ke-18 kelompok teater yang mewakili lima wilayah Jakarta itu adalah Teater Anam, Sanggar Matahari, Teater Ema (dari Jakarta Utara), Teater Mode, Sanggar Mas Jakarta, Teater Pop Corn (Jakarta Timur), Republik Mentaya Estetika, Teater Gonjang Ganjing, Rumah Teater, Teater Indonesia (Jakarta Pusat), Teater Kolom, Teater Amoeba, Komunitas Kaki 5, Study Teater 24, Teater Cermin (Jakarta Barat), Teater Ciliwung, Teater Elnam, dan Teater Yakkin (Jakarta Selatan).

Sejumlah kelompok teater yang berhak mengikuti festival itu diseleksi dari total 87 kelompok yang mendaftarkan diri. Mereka akan memperebutkan berbagai penghargaan, seperti grup terbaik, sutradara terbaik, pemain wanita terbaik, pemain pria terbaik, penata artistik terbaik, penata musik terbaik, dan naskah drama asli.

Selain kategori resmi itu, dewan juri akan memilih dua penampil yang memiliki kelebihan. Mereka akan diberi penghargaan sebagai grup favorit dan grup dipujikan. "Mungkin nanti akan saya kasih hadiah, bisa buku, salaman tangan, atau sekadar tatapan mata," kata ketua dewan juri, Putu Wijaya. Putu akan dibantu oleh empat anggota dewan juri lainnya: Danarto, Radhar Panca Dahana, Yayang Pamuncak, dan Seno Joko Suyono.

Selain menggelar festival, panitia menggelar acara khusus pada upacara pembukaan sebagai penghormatan kepada Wahyu Sihombing almarhum, penggagas festival yang digelar pertama kali pada 1973 ini. Wahyu dinilai sebagai tokoh teater Indonesia. Selain itu, Putu Wijaya bersama Niniek Karim dan Andi Bersama tampil membawakan dramatic reading Dukun pada acara pembukaan kemarin.

Selama festival, akan digelar penampilan dua kelompok teater setiap harinya, pukul 14.00 di Teater Luwes dan pukul 19.30 di Teater Studio. Selama pergelaran, panitia juga meramaikan acara dengan menggelar pameran foto, warung teater, pemutaran dokumentasi pertunjukan, diskusi, dan workshop teater.

Acara penutupan digelar di halaman Teater Kecil TIM sekaligus pengumuman dan pemberian hadiah kepada para pemenang. Sebuah acara hiburan yang bakal diisi oleh Gambang Rancak, PM Toh, dan Kill the DJ, akan menjadi perayaan tutup tahun sekaligus refleksi bagi seluruh pekerja teater Indonesia. "Sehingga kami tahu apa yang harus dikejar ketika festival ini berakhir," kata Penanggung Jawab Program Dewan Kesenian Jakarta Muhammad Abdul Azis.

TITO SIANIPAR


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113941 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data