Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Malaikat-malaikat Kecil di Astro
Rabu, 23 April 2008 | 11:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:-- Televisi berlangganan Astro menghadirkan sebuah sinetron sarat pesan moral. Tayangan berjudul Malaikat-malaikat Kecil akan diluncurkan awal Mei nanti dan tampil di saluran Astro Awani. Sinetron berjumlah 20 episode ini disutradarai oleh sineas asal India, Vera Mahesh.
Sinetron ini berkisah tentang kehidupan seorang anak yang menderita keterbelakangan mental. Diceritakan bahwa hubungan percintaan antara Arif (Indra L. Bruggman) dan Indah (Richa Novisha) membuahkan anak di luar nikah. Sepasang anak kembar bernama Eko dan Intan ini tak mendapat simpati Arif, hingga akhirnya mereka diadopsi secara terpisah.
Setelah kematian Indah saat melahirkan, Eko diasuh kedua orang tua Indah. Namun, kondisi Intan yang tidak normal ditolak oleh mereka. Seorang dokter kandungan bernama Mega (Cathy Sharon), yang ikut membantu persalinan, merasa iba, dan akhirnya memutuskan merawat Intan dengan cinta kasih.
Tahun-tahun berjalan, Arif kembali dengan penyesalan dan berusaha mencari jejak kedua anaknya. Jalan berliku harus dilaluinya karena dosa lampaunya belum termaafkan.
Salah satu pemain, Cathy, mengaku sangat tertarik mengambil peran ini. "Saya ingin mencoba menjadi dokter," ujarnya di lokasi syuting. Apalagi, ujar dia, semua adegan dokter diambil di rumah sakit sungguhan. Selain itu, sinetron ini sarat akan pesan moral. "Intinya, kita harus memberi kesempatan kepada anak seperti Intan untuk hidup dan berkarya," ujarnya diplomatis.
Selama syuting, mantan video jockey di MTV ini punya cerita tak terlupakan. "Aku dikencingi bayi," ujarnya. Peristiwa itu terjadi ketika Cathy harus beradegan mengganti popok bayi. "Ceritanya, Intan bayi harus diganti popoknya," ujar dia. Dan ketika menggendong bayi yang tak berpopok tersebut, ia dikencingi. l Aguslia Hidayah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bangkit dengan Sinetron Religius | 11 April 2005
Sang Ustad di Sudut Sinetron | 11 April 2005
Tayangan di Wilayah Abu-abu | 14 Maret 2005
Bingkisan Berdarah di Layar Kaca | 14 Maret 2005
Sehelai Napas Kewajaran | 07 Pebruari 2005
Tandas karena Sinetron | 31 Januari 2005
Demam Dora di Mal Jakarta | 24 Januari 2005
Hari-hari Bersama Dora dan Spons | 24 Januari 2005
Alternatif Segar di Antara yang Rombengan  | 15 Desember 1998
Indonesiaku Sudah Hilang  | 24 November 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Siaran Liga Inggris Murni Persaingan Bisnis
Masyarakat Kelas Atas Tak Minati Sinetron
Pemusatan Kepemilikan di Televisi Swasta Sulit Dibuktikan
Pemusatan Kepemilikan Lembaga Penyiaran Dikaji
Solo Wajibkan TV Mati Saat Jam Belajar
Telkom Bangun Televisi Kabel Prabayar
Astro Akan Ekspansi ke Luar Jawa
Publik Minta Tayangan Gosip dan Mistis Dikurangi
Menjual Tema + Tawa
Konsumsi Tayangan Televisi Turun
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121830 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data