Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Panggung untuk Chairil Anwar
Selasa, 29 April 2008 | 10:45 WIB

TEMPO Interaktif, :Panggung yang didominasi warna hitam setinggi 50 sentimeter berdiri di area parkir Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Di punggungnya tertempel tiga gambar Chairil Anwar yang tengah merokok. Hanya empat pot tanaman yang melengkapi hiasan panggung itu. Di atasnya silih berganti seniman membacakan sajak-sajak karya Chairil Anwar.

Panggung ini adalah bentuk spontanitas sekelompok seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Jakarta. Bekerja sama dengan Taman Ismail Marzuki, forum itu menyelenggarakan acara sederhana memperingati 59 tahun kematian "si binatang jalang" ini kemarin. Acara tersebut berlangsung sore hingga malam.

Dengan sound system berkekuatan sekitar 2.000 watt, acara itu berlangsung sederhana. "Ini membuktikan kami bisa membikin acara apa pun dengan biaya minim, sekaligus menunjukkan partisipasi dan solidaritas antarseniman yang kuat," kata Remmy Novaris, salah seorang panitia, di Taman Ismail Marzuki kemarin.

Para seniman membacakan puisi-puisi Chairil, seperti Aku, Doa, dan Persetujuan dengan Bung Karno. Selain itu, ada yang membacakan puisi karyanya sendiri, seperti dilakukan sastrawan Rahmat Ali dengan puisi yang ditujukan untuk Chairil berjudul Teklek Kami, Kehidupan Kami. "Puisi ini baru saya buat tadi siang," ujar Rahmat.

Chairil Anwar lahir di Medan pada 26 Juli 1922 di Medan dan meninggal di Jakarta pada 28 April 1949. Sosoknya begitu melegenda. Ia pelopor angkatan 45. Sejarah singkat kepenyairannya memberi dampak meluas hingga sekarang. "Ia adalah pejuang yang tidak kalah dengan tokoh politik kala itu," kata Sri Warso, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Program Taman Ismail Marzuki.

Acara sederhana ini, Sri menambahkan, merupakan bentuk rasa hormat terhadap kiprah Chairil. l TITO SIANIPAR


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Estetika Puitis Nirwan
Puisi Cinta bagi Sang Rasul
Dominasi Puisi Liris
Bersekutu Sesama Jiran
Penyair Makassar Meriahkan Ramadan
Religiositas Sehari-hari
Mencium Aroma Spiritual Indonesia
Baca Puisi Internasional Di Palembang

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122171 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data