Anak Motor
Senin, 14 Juli 2008 | 13:15 WIB
TEMPO Interaktif, :"Lain kali, kalau mau mati, jangan ajak adik kamu," kata Hardi Darmawan (diperankan oleh Nizar Zulmi) kepada putra sulungnya, Indra (Irgi Achmad Fahrezi). Hardi memarahi Indra habis-habisan karena ikut balapan liar, sering bolos sekolah, dan nilainya jelek. "Aku tidak nyangka kamu bisa bikin bapak kecewa," kata Hardi lagi.
Barangkali momen itulah yang selalu teringat dalam kepala Indra. Pasalnya, tak berapa lama setelah kematian sang ayah, Indra memutuskan untuk keluar dari geng motor dan berhenti balapan seraya mengajak adiknya, Bayu (Raffi Ahmad). Ternyata sang adik membandel dan tetap ikut balapan liar. Indra dan Bayu pun kerap bersitegang.
Kisah itulah yang diangkat sutradara Rudi Soedjarwo dalam film terbarunya berjudul Liar. Film yang skenarionya ditulis Cassandra Massardi bersama Rudi ini mengetengahkan konflik abang-adik itu dengan apik, termasuk kehidupan balap motor liar yang jadi fenomena tersendiri di kalangan anak muda.
Konflik antara abang dan adik yang memang kerap terjadi dalam keluarga itu diperankan dengan baik oleh Irgi dan Raffi. Konflik antara Indra dan Bayu pun tidak hanya berbentuk perang mulut. Mereka bahkan berkelahi dalam siraman hujan lebat. Dalam adegan itu, tergambar bahwa mereka bergumul hingga Bayu mimisan.
Dalam film yang menghabiskan dana Rp 4 miliar inilah pertama kalinya Rudi menggunakan teknik tiga kamera untuk merekam akting dari berbagai sudut. Ganjarannya, imaji yang dihasilkan memberikan gambaran yang utuh dari adegan yang dimainkan.
Menurut Rudi, teknik ini juga menghemat tenaga pemainnya karena tidak perlu syuting ulang untuk mengambil gambar dari sudut lainnya. "Lebih praktis," ujar pria kelahiran Bogor, 9 November 1971, ini.
Di sisi lain, para kru dibuat lebih repot. Pasalnya, kelengkapan pengambilan gambar lainnya, seperti artistik dan pencahayaan juga harus dilakukan dari tiga sudut. Salah satu efek lainnya adalah ketika perpindahan angle satu kamera ke lainnya suara yang keluar berbeda.
Begitu pula soal detail geng motor yang kerap terlibat balapan liar. Dalam film digambarkan, sang pembalap mengenakan jaket dan helm, serta masih ada plat nomor polisi kendaraan. Padahal sebenarnya pembalap liar di jalan tidak pernah menggunakan helm, apalagi plat nomornya.
Walau menghadirkan berbagai adegan kekerasan, film ini sebenarnya mengandung pesan moral yang dalam, yakni betapa pentingnya nilai keluarga. "Penting, kekuatan keluarga untuk saling menguatkan," ujar Rudi. TITO SIANIPAR
Judul: Liar
Sutradara: Rudi Soedjarwo
Penulis: Rudi Soedjarwo dan Cassandra Masardi
Pemain: Irgi Achmad Fahrezi, Raffi Ahmad, Asmirandah, Intan Nuraini, Gunawan
Genre: drama aksi
TOPIK
Komentar Anda
- balap liar di ungaran
saya ingin balapan d sana lebi d meriahkan lagi,hehe.........
Pengirim : jeges di kali nyamat





