Pemprov Sultra Undang Investor Kelola Listrik Swasta

Rabu, 04 Juli 2001 | 09:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Keterbatasan energi listrik yang dialami PLN cabang Kendari, Sulawesi Tenggara, membuat pemerintah provinsi setempat menawarkan kepada para investor
dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di bidang kelistrikan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sultra, Buhari Matta, mengatakan bahwa berdasarkan survey yang dilakukan PLN Kendari tahun 1996 di wilayah tersebut, terdapat tiga sungai besar yang berpotensi dijadikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Ketiga sungai itu masing-masing Sungai Lasolo yang mampu membangkitkan
energi listrik hingga 100 megawatt (MW), Sungai Lalindu 200 MW dan Sungai Konaweha 50 MW.

“Dari ketiganya yang paling berpeluang untuk digarap yakni sungai Lasolo yang terletak di Kabupaten Kendari,” katanya kepada Koran Tempo di Kendari, Rabu (4/7).

Ia mengatakan, khusus sungai Lasolo, selain PLN cabang Kendari, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang berkedudukan di Pomalaa Kabupaten Kolaka juga pernah melakukan survey di wilayah itu, bahkan telah menyusun rencana proyek yang akan dibiayai oleh investor dari luar negeri.

Menurut dia, pada saat itu PT Antam terlihat sangat berminat membangun PLTA di Sungai Lasolo, karena BUMN pengolah nikel itu berniat meningkatkan produksinya
dengan membangun kilang ferronikel berkapasitas 11 ribu ton/tahun. Dari 100 MW yang mampu dibangkitkan Sungai Lasolo, rencananya 90 MW akan dipasok untuk
kilang PT Antam sedangkan sisanya disuplai bagi kebutuhan masyarakat.

“Rencana itu kemudian batal, namun saya tidak tahu persis penyebabnya mungkin karena krisis ekonomi yang keburu melanda Indonesia pada 1997,” ujarnya.

Sultra saat ini berada di ambang krisis energi listrik karena daya mampu seluruh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN setempat saat ini baru mencapai sekitar 53 MW sedangkan beban puncaknya sudah mencapai 47 MW.

Buhari mengatakan sejumlah industri besar yang ada di Sultra seperti pabrik ferronikel di Pomalaa, pabrik gula Sumber Madu Bukari di Lambuya dan pabrik pengolahan kelapa sawit di Asera belum bisa berproduksi secara maksimal sebab jika seluruh mesin-mesinnya membutuhkan pasokan listrik yang cukup besar itu digerakkan maka akan terjadi pemadaman di sejumlah wilayah di provinsi itu.

Menurut Buhari, jika ada investor yang berminat menanamkan modalnya di bidang kelistrikan di daerah itu, Pemprov Sultra akan memberikan berbagai kemudahan seperti
penyederhanaan perizinan, kebijakan fiskal serta membenahi infrastruktur yang dibutuhkan di lokasi proyek.

Lokasi proyek PLTA Lasolo itu sendiri berada di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Kendari atau sekitar 80 kilometer arah utara ibukota provinsi dengan kondisi jalan yang
sebagian besar telah beraspal, dan merupakan jalur jalan lintas Pulau Sulawesi yang menghubungkan Sultra dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala PLN cabang Kendari Daru Tri Jahjono secara terpisah mengatakan akibat keterbatasan kemampuan mesin pembangkit listrik, pihaknya belum membuka
pelayanan dan pemasangan baru baik bagi masyarakat maupun industri.

Untuk mengantisipasi krisis energi listrik itu, Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PLN Kendari, Muhammad Syahril mengatakan pihaknya membatasi penggunaan energi listrik bagi keperluan industri agar menghentikan aktifitasnya terhitung mulai pukul 18:00
- 22:00 WITA. (Dedy Kurniawan)






Komentar Anda

Kirim