JICA Bantu Pembuatan Peta Kependudukan Yang Terperinci

Jum'at, 20 Desember 2002 | 16:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia saat ini tidak memiliki peta kependudukan yang lebih terperinci. Hal ini dikatakan oleh Ketua Badan Pusat Statistik Indonesia, Soedarti Surbakti kepada wartawan usai membuka acara Seminar dengan tema Development And Utilization of Small Area Statistic, kerjasama dengan JICA dan Sinfonica, di Jakarta, Jumat (20/12).
Soedarti mengatakan saat ini Indonesia hanya memiliki peta dasar yang disusun berdasarkan sketsa sampai tingkat kabupaten. Peta yang ada saat ini belum sampai menyentuh area terkecil atau belum sampai dasarnya. "Peta dasar yang sekarang tidak mengikuti kemajuan seperti yang dilakukan Jepang, masih banyak yang belum lengkap," kata dia.

Untuk itu, kata Soedarti, Indonesia saat ini mendapat bantuan dari Jepang berupa technical assistant. Menurut Soedarti bantuan seperti mesin pemindai ataupun suku cadang bagi alat-alat tersebut sangat berarti. Karena, katanya, data yang dikumpulkan pada saat sensus belum dapat terolah dengan sempurna. "Untuk tahun ke depan kita sudah siap membuat peta kependudukan yang lebih terperinci, data sensus seluruh penduduk Indonesia sudak selesai dikumpulkan," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama Akihiki Ito, Direktur Japan Statistical Association, mengatakan bahwa Indonesia saat ini tidak mempunyai peta dengan skala yang lebih detail. Aturannya, kata dia, untuk daerah berpenduduk padat harus menggunakan peta dengan skala ukuran 1 : 2.500. Sedangkan Indonesia saat ini hanya menyediakan peta dengan ukuran skala 1 : 50.000.

Menurut Akihiki, sebetulnya kualitas peta BPS cukup baik dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. BPS sudah melakukan sensus 10 tahunan yang menyebabkan perubahan data nasional setiap 10 tahun sekali. Diharapkan dengan bantuan dari JICA ini data hasil sensus secepat mungkin dapat diolah dan segera diedarkan.

Sedangkan Michio Kanda, Perwakilan JICA untuk Indonesia, membenarkan bahwa mereka memberikan bantuan berupa technical assisstant kepada Indonesia. Michio berharap bantuan ini dapat menjadi tahap awal bagi bantuan berikutnya. Tetapi, baik Soedarti maupun Michio enggan menyebutkan berapa jumlah bantuan tersebut.

Michio hnya mengatakan bahwa target pemmberian pelatihan cara membuat peta yang lebih terperinci adalah agar masyarakat tahu betapa pentingnya sebuah data statistik. Dahulu, pengolahan data usai sensus akan memakan waktu lama. Akan tetapi saat sensus 2000 ini pengolahan data berlangsung lebih singkat dengan metode yang baru.

(Dewi Retno --- Tempo News Room)






Komentar Anda

Kirim