Menneg BUMN: Penjualan Indosat Tak Akan Dibatalkan
Minggu, 29 Desember 2002 | 11:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tidak akan membatalkan penjualan PT Indosat kepada Singapore Technologies Telemedia (STT) kendati akhir-akhir ini banyak pihak yang menolak privatisasi BUMN itu. “Kalau kita harus mencabut keputusan ini, yang rusak nama kita juga,” kata Menneg BUMN, Laksamana Sukardi, pada pers di Hotel Shagrilla, Jakarta, Sabtu (28/12) malam.
Menurut Laksamana, proses penjualan PT Indosat telah dilakukan sesuai dengan alur yang diatur oleh Ketetapan MPR dan APBN, serta UU Propenas. Karena itu, pembatalan penjualan adalah hal yang nyaris tidak mungkin. “Saya kira akan sulit, ya, karena prosesnya kan sudah dilakukan dari A sampai Z,” katanya.
Karena itu, Menneg BUMN meminta pengertian dari semua pihak untuk menerima hasil akhir dari proses privatisasi itu. Penjualan Indosat ini, lanjutnya, sebenarnya telah memberikan dampak positif terhadap Indonesia. Selain menguatkan nilai tukar rupiah, transaksi penjualan ini membuat indeks saham BUMN lainnya, seperti Telkom, ikut terdongkrak naik. Sehingga stabilitas dan kepercayaan internasional pada Indonesia setelah tragedi Bali pulih kembali. “Paling tidak dalam arah pemulihan,” katanya.
Kendati demikian Laksamana mengakui, sosialisasi terhadap proses privatisasi masih kurang. Akibatnya, masih muncul banyak pertanyaan maupun kecurigaan terhadap proses tersebut. Ia pun menyadari bahwa gejala serupa kerap terjadi pada proses privatisasi pada BUMN lainnya. Namun, pihaknya tetap terbuka pada setiap pertanyaan seputar proses penjualan itu.
“Kami akan minta pada Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit semua transaksi privatisasi," ujarnya. Langkah itu diambil agar munculnya kecurigaan telah terjadi penyelewengan bisa diketahui.
Laksamana yang juga mantan politisi PDI Perjuangan itu juga yakin para pekerja PT Indosat akan dapat diajak berdialog. Karena, privatisasi antara lain juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawan itu. "Kesejahteraan dan karir karyawan justru akan semakin baik setelah BUMN itu diprivatisasi," tandasnya.
Ketika dikonfimasi adanya paratai politik yang mencoba menggiring isu privatisasi Indosat ke panggung politik, ia menjawab," Saya tidak tahu menahu soal itu," ujar Laksamana. Bisa jadi, partai-partai itu bereaksi negatif karena tidak mendapat ‘kue lezat’ dari penjualan itu. “Kami sendiri juga nggak kebagian fee dalam hal ini, tidak ada fee buat kami,” kata dia.
Saat diminta komentarnya soal somasi Amien Rais, Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Laksamana memilih bungkam. "Soal itu kami persilakan pada lawyer kami untuk menanganinya,” ujarnya pendek. (Dara Meutia Uning- Tempo News Room)





Komentar Anda :