Pengusaha Khawatir Kemungkinan Krisis Listrik
Selasa, 25 Februari 2003 | 15:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengusaha Indonesia saat ini khawatir dengan kemungkinan terjadinya krisis energi, khususnya pada periode 2004 hingga 2006. Ini diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aburizal Bakrie dalam seminar Dampak RUU Penanaman Modal Terhadap Sektor Migas di Jakarta, Selasa (25/2).
Ical, panggilan Aburizal, mengatakan bahwa ketakutan energi selain disebabkan oleh kurangnya pasokan energi juga disebabkan oleh belum adanya kebijakan pemerintah yang jelas mengenai soal listrik. “Pemerintah belum mebicarakan mengenai masalah ini secara rinci,” kata Ical.
Untuk diketahui, krisis listrik diperkirakan akan melanda Pulau Jawa dan Bali pada 2004. Hal ini disebabkan oleh macetnya beberapa proyek pembangunan pembangkit listrik. Sebagai contoh, pembangunan PLTU Tanjung Jati B molor hingga 2006 dari target selesai 2004.
Pemerintah sendiri mempersiapkan program darurat dengan membangun pembangkit listrik Muara Tawar yang berkapasitas 600 megawatt. Saat ini proyek itu masih dalam proses penawaran tender. Sementara, dalam negosiasi terhadap listrik swasta, pemerintah baru bisa menyelesaikan 19 IPP (Independent Power Purchase) dari 27 kontrak listrik swasta yang bermasalah. Salah satu di antaranya mengenai perselisihan pembangkit Karaha Bodas. (Multazam - TNR)





