Transaksi PPI Baru Mencapai Rp 2 Miliar

Kamis, 29 Mei 2003 | 09:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komitmen kontrak bisnis dalam PPI bernilai Rp 3,8 milyar.



Walaupun lebih banyak menampilkan mereka luar negeri, hingga hari kedelapan, Pameran Produksi Indonesia telah membuat total transaksi sebesar Rp 1,9 milyar. Sementara penjualan eceran dan partai besar atau yang melakukan kontrak dengan peserta pameran dengan perusahaan eksportir mencapai Rp 3,8 milyar. Hal itu diutarakan Sekretaris Panitia Pameran Produksi Indonesia, Fauzi Aziz, Rabu (28/5) malam di ruang sekretariat pameran, Arena Pekan Raya Jakarta.

Sementara menurut keterangannya, pengunjung yang hadir sebanyak 25 ribu orang, diluar hari Sabtu dan Minggu. “Kalau hari Sabtu Minggu, dua kali lipatnya, sampai 50 ribu,” ujar Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan itu.

Penjualan hari kedelapan sendiri mencapai Rp 623 juta termasuk pembelian sampel barang oleh orang asing. “Umumnya dari Jepang,” ujar Fauzi dan diteruskan dengan menyebut beberapa nama negara lain, seperti Perancis dan Korea Selatan.

Untuk penjualan paling populer berasal dari hasil laut sebesar Rp 217 juta Sementara sisa dari Rp 623 juta adalah dari furniture, kerajinan, garmen, perhiasan dan tekstil.

Dalam siaran persnya, panitia mengatakan bahwa total pengunjung hingga hari kedelapan mencapai 196 ribu orang dengan 500 peserta atau perusahaan dari seluruh Indonesia.

Transaksi yang dipisahkan dari total keseluruhan transaksi adalah kontrak jangka panjang antara PT Inti dengan PT Telkom Divisi IV Semarang dan perusahaan daerah Kutai Timur yang terjadi tanggal 22 Mei untuk jasa teknologi informasi sebesar Rp 40,6 miliar.

Dalam pantauan Temo News Room produk-produk yang dipamerkan lebih dominan produk bermerek non Indonesia. Itu tampak arena luas yang akan tampak langsung begitu memasuki area pameran. Kita akan “disambut” oleh produk alat berat Caterpilar dan motor Kanzen. Sementara di Hal A, tempat produk manufaktur seperti otomotif, logam, mesin, tekstil dan elektronika, kita akan “disapa” oleh produk Bakrie and Brothers. Ke arah kiri kita akan menemui Panasonic dan asosiasi pengusaha elektronika, Gabel.

Di kawasan ini, pengunjung akan dibawa masuk ke dalam suasana sejarah industri elektronika di Indonesia sejak tahun 1950-an, hingga tahun 2000-an. Dari sejak televisi dan radio lampu tabung hingga radio digital. Nuansa melihat sejarah ditegaskan oleh slogan yang cukup unik penempatannya. Slogan bersisian dengan cermin dan disusun terbalik agar pengunjung melihat isinya melalui cermin. Tulisannya “Untuk Menatap Masa Depan Bijaksana Melihat Masa Lalu.”

Selain itu kawasan ini memberikan penyegaran dengan memberikan pengunjung sebuah ruang hiburan. Sebuah panggung bersegi enam dengan latar Pakai Produksi Indonesia serta Panasonic. Kursi sebanyak 20 buah cukup bisa merayu pengunjung yang sudah lelah menghitung jengkal kakinya di areal yang luasnya sekitar 36 ribu meter persegi tersebut.


(Yophiandi-TNR)






Komentar Anda

Kirim