Dirut PLN Bantah Manejemennya Tidak Beres
Rabu, 04 Juni 2003 | 15:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Eddie Widiono membantah pemadaman listrik secara mendadak di Jawa-Bali belakangan ini karena manajemen perusahaannya tidak beres. “Itu murni karena kecelakaan,” kata Eddie di sela diskusi tentang kelistrikan di Jakarta, Rabu (4/6).
Menurut dia, masyarakat harus menyadari bahwa kondisi cadangan listrik untuk Jawa-Bali saat ini telah menyusut. “Cadangan kita memang menipis, meskipun belum masuk pada kondisi krisis,” kata dia. Artinya, menurut Eddie, bukan berarti setiap saat Indonesia akan kekurangan listrik.
Direktur Utama PLN itu menjelaskan, saat ini pertumbuhan beban puncak terus meningkat seiring meningkatnya konsumsi listrik. Bila kondisi ini berjalan terus menerus, bahkan lebih meningkat lagi, menurut Eddie, bukan tidak mungkin Indonesia akan berada pada kondisi siaga. “Artinya, masyarakat harus siap bila sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik,” ujarnya.
Mengenai krisis yang listrik terjadi Jawa-Bali , Eddie menegaskan tidak ada faktor kesengajaan. Itu, kata dia, lebih disebabkan adanya gangguan beberapa unit pembangkit dalam waktu serentak. Namun, ia berjanji hal itu tidak akan terulang. Dalam kondisi normal PLN tidak akan semena-mena memadamkan listrik begitu saja. Pemadaman akan diumumkan bila PLN bermaksud melakukan pemeliharaan atau perawatan terhadap unit-unit pembangkitnya.
Soal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjamin PLN tidak akan melakukan pemadaman secara sengaja lagi. Ke depan, Purnomo menjamin, pelayanan akan lebih baik. Pemerintah akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap sejumlah pembangkit. Saat ini, PLN masih memiliki sekitar 600 megawatt cadangan putar (spin off). Dengan cadangan itu diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang. (Retno Sulistyowati-TNR)





