Pembajakan Terbesar Di Indonesia Terjadi Pada Cakram Optik
Rabu, 22 Oktober 2003 | 09:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Cakram optik merupakan barang industri yang paling banyak dibajak di Indonesia.
Karena itu, produk bajakan cakram optic, seperti seperti VCD, DVD, CD dan audio cd yang beredar di Indonesia, jauh lebih banyak disbanding produk orisinal.
Besarnya angka pembajakan produk cakram optik ini diperkirakan mencapai 90 persen angka pembajakan di Indonesia.
Data tersebut disampaikan oleh Kombes Pol Edi Wardoyo, Bareskrim Mabes Polisi, di Acara Seminar Kondisi Perlindungan HaKI Bagi Inovator dan Perusahaan Pengguna Teknologi di Indonesia, di Gedung BPPT Jakarta, Rabu (22/10) siang.
Kendala di lapangan seperti menemukan barang bukti asli, menurut Edi mengakibatkan sulitnya pemberantasan pembajakan dilaksanakan. “Dari ratusan judul VCD bajakan yang berhasil disita. Baru 3 perusahaan yang mengaku filmnya dibajak,” kata Edi.
Kendala lain, tak jarang pemilik produk yang dibajak kadang menarik tuntutan mereka setelah bertemu dengan pembajak yang sebetulnya merugikan tidak hanya pihaknya, melainkan juga masyrakat. “Sebagai korban, mereka hanya memandang semua ini sebagai kerugian finansial,”Ujar Edi, tandas. Karena itu tidak heran, setelah tertangkap para pembajak menyelesaikan semuanya dengan cara negosiasi dan pembayaran sejumlah uang ganti rugi.
Selain itu, tiadanya standard penandaan dari pemerintah antara keeping bajakan dan orisinal, membuat persoalan ini men jadi kian rumit. “Tidak ada bedanya antara keping VCD bajakan dengan original,”kata Edi. Sebaliknya, Edi mencontohkan Malaysia. Di negeri Jiran ini, tiap keping VCD diberikan nomor seri yang tercetak dari nomor seri mesin.
Listi Fitria/ TNR





