Pemerintah Terjunkan Tim Perbaikan Pipa Gas
Senin, 17 November 2003 | 16:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah terus menyelidiki penyebab kebocoran pipa gas dasar laut didekat Pulau Matak, perairan bebas perbatasan Indonesia-Malaysia. Tim penyelam telah diterjunkan Senin, (17/11) untuk melakukan perbaikan.
Kepala Perwakilan Badan Pelaksana Sektor Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Harijanto, ketika dihubungi melalui telepon, mengatakan tim yang diterjunkan itu akan melakukan pengelasan terhadap pipa yang bocor. “Kita sudah memiliki peralatan untuk pengelasan didasar laut,” kata dia.
Seperti diberitakan, pipa gas bawah laut yang berada di perairan bebas, 20 kilometer dari perairan Malaysia, mengalami kebocoran. Pipa milik perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Conocophilips itu ditanam di laut pada kedalaman 80 kilometer. Pipa tersebut digunakan untuk mengangkut gas bumi dari pulau Natuna ke Singapura.
Harijanto mengaskan, tim penyelidik telah menemukan titik kebocoran yaitu di 104 kilometer sebelah utara pulau Matak. Hari ini tim mulai memperbaiki kebocoran dengan sistem pengelasan. Pemerintah menargetkan, perbaikan bisa diselesaikan hari ini juga.
“Bila kerusakan tidak parah, hari ini bisa selesai,” kata dia. Namun, belum bisa dipastikan, bila kerusakannya parah, perbaikan membutuhkan waktu berapa lama. Karena untuk menentukan tingkat kerusakan harus ada penyelidikan terlebih dulu.
Sejauh ini, belum dilakukan perhitungan atas kerugian yang terjadi. Yang pasti, kata dia, tidak ada pinalti dari perusahaan-perusahaan pembeli atau konsumen. Menurut Harijanto, pasokan gas tidak terhenti sama sekali sejak terjadinya kebocoran, Jumat pekan lalu. Gas masih mengalir walaupun kecepatan aliran mengecil. Ini dikarenakan penurunan tekanan udara dari 800 menjadi 450, akibat kebocoran.
Pemerintah belum bisa memastikan, kapan pasokan gas normal kembali. Karena hal itu, tergantung dari hasil penyelidikan tim yang sedang diterjunkan hari ini. “Yang penting bagi kita adalah memperbaiki pipa yang bocor. Bila perbaikan selesai, pasokan akan normal kembali. Makin cepat makin baik,” kata dia.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room





