Kadin Dorong Pengusaha Kecil Masuk ke Cina

Selasa, 09 Desember 2003 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong pengusaha kecil untuk melakukan kerja sama perdagangan dengan Cina. Selama ini, ekspor Indonesia ke Cina lebih banyak di bidang migas, pertambangan, karet, CPO yang lebih banyak melibatkan pemerintah dan pengusaha skala besar.

Seperti diungkapkan Ketua Umum Kadin Indonesia Komite Cina, Sharif C. Sutardjo, pihaknya amat menyayangkan transaksi ekspor Indonesia ke Cina selama ini hanya dinikmati segelintir pengusaha. "Kami akan coba dorong pengusaha kecil untuk ikut mengirimkan produksinya ke sana," jelas dia usai membuka pertemuan bisnis antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Cina dari Provinsi Fu Jian, di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa (9/12).

Sharif mengatakan, pengusaha yang lebih didorong adalah yang terkait dengan natural resources. "Karena Cina tidak punya itu," kata dia. Sharif mencontohkan produk kayu dan turunannya ataupun karet dan turunannya harus digalakkan.

Pemfokusan ini, diupayakan karena Cina lebih memiliki daya saing untuk produk yang dihasilkannya. Kayu dan turunannya seperti furniture, papar Sharif, diharapkan dapat mengisi pasar Cina karena saat ini perumahan di sana tengah tumbuh pesat. "Jadi sebaiknya jangan mengekspor bahan baku, tapi bahan jadi," kata Sharif. Sebab, ini bisa mendorong banyak pengusaha kecil terlibat.

Selama ini nilai ekspor impor Indonesia dan Cina sekitar US$ 7,5 miliar. "Ini masih surplus, 60 persen ekspor, 40 persen impor," jelas Sharif. Namun meski nilai impor Cina dari Indonesia lebih kecil, tapi melibatkan banyak pengusaha kecil di sana. Produknya pun amat beragam. Sedangkan, ekspor Indonesia, papar Syarif tidak lebih dari 10 komoditi, terutama tambang, migas, CPO, karet, sebagian TPT, dan kayu.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: