Kekurangan Gas PT Arun akan Di-Swap dari Kalimantan
Selasa, 30 Desember 2003 | 23:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Pelaksana Sektor Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Rachmat Soedibyo menyatakan, kekurangan gas pada PT Arun Ngl Co di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam akan diswap dari terminal gas Bontang, Kalimantan Timur.
Sejauh ini, kata Rachmat, dari sekitar sepuluh terminal gas, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera bagian tengah, Sumatera Selatan, Natuna, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua, yang diperkirakan akan mengalami kekurangan gas adalah wilayah Aceh dan Jawa Timur. "Kedua wilayah tersebut diprediksikan tidak akan mampu memenuhi pesanan gas wilayahnya," katanya di Jakarta, Selasa (30/12).
Seperti diberitakan, PT Arun sendiri mengakui cadangan gas di wilayah Aceh semakin menipis. Kondisi seperti ini akan membawa PT Arun pada kondisi yang sangat berat untuk bisa berhasil melakukan pengapalan pada tahun 2004 mendatang. Untuk tahun depan, kata T. Fachruddin, Wakil Presiden Direktur PT Arun, perusahaannya diminta untuk mengapalkan 110 kapal LNG.
Dijelaskan Rachmat, untuk menutupi kekurangan gas di dua wilayah tersebut, terutama PT Arun, pemerintah akan mendatangkan gas cadangan dari wilayah Bontang Kalimantan timur. Pihak BP Migas mencatat, sejauh ini cadangan gas yang terdapat di PT Arun sekitar 9,66 triliun kaki kubik (TCF). Cadangan di Jawa Timur sekitar 4,32 TCF. Sementara cadangan di Kalimantan sekitar 48,69 TCF.
Danto - Tempo News Room





