Ekspor November Turun 2,6 Persen
Jum'at, 02 Januari 2004 | 19:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ekspor Indonesia untuk November 2003 lalu mengalami penurunan 2,6 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu hanya mencapai kisaran angka US$ 4861,9 juta. padahal, Oktober 2003, jumlahnya mencapai US$ 4991,6 juta. Hal ini disampaikan Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan kepada wartawan di kantornya, Jumat (2/1).
Namun Rusman menambahkan, meskipun menurun perolehan ini naik signifikan bila dibandingkan dengan ekspor November 2002, yaitu sebesar 12 persen. "Penurunan ekspor November 2003 lalu lebih disebabkan karena menurutnya ekspor nonmigas sebesar 4,11 persen yaitu US$ 3965,6 juta menjadi US$ 3802,8 juta," kata Rusman.
Untuk ekspor migas mengalami kenaikkan sebesar 3,23 persen dari US$ 1026 juta menjadi US$ 1059,1 juta. Adanya peningkatan ekspor migas ini karena meningkatnya ekspor hasil minyak dan gas alam. Besaran peningkatannya masing-masing sebesar 37,9 persen untuk hasil minyak yang menghasilkan perolehan transaksi sebesar US$ 101,7 juta, dan kenaikkan ekspor gas alam 3,14 persen menjadi US$ 519,7 juta.
Penyebab terbesar penurunan ekspor nonmigas November 2003 terjadi pada mesin dan peralatan listrik sebesar US$ 38,7 juta. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada komoditas bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 7,8 juta.
Secara kumulatif ekspor Januari-November 2003 mencapai US$ 55,59 miliar. "Berarti ada peningkatan 6,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2002," kata Rusman.
Dilihat dari jumlah besaran nilai ekspor pernegara, Amerika Serikat pada bulan November 2003 mencapai angka terbesar, yaitu US$ 6611,9 juta. Nilai ini kemudian disusul oleh Jepang dengan besar transaksi US$ 528,2 juta dan Singapura sebesar US$ 401,8 juta. Bila dijumlah kontribusi ketiganya mencapai 40,55 persen.
Anastasya Andriati - Tempo News Room





