Pengguna MMS Diprediksi Meningkat 50 Persen
Senin, 05 Januari 2004 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Singapura:Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan jumlah pengguna pesan multimedia (multimedia messaging service/MMS) di kawasan Asia Pasifik akan meningkat hingga 50 persen di tahun 2004. Laporan IDC juga memperkirakan MMS akan mencapai masa puncaknya dalam dua tahun mendatang.
Direktur Riset Nirkabel Regional IDC Davina Yeo menyebutkan kendala bagi perkembangan MMS adalah masalah interoperabilitas dan ongkos kirim yang masih mahal. "Masalah ini juga dihadapi oleh SMS pada awal pertumbuhannya," ujar dia, Senin (5/12).
Untuk mendorong pemakaian MMS, kata Davina, ada tiga pekerjaan penting yang harus dilakukan. Pertama operator seluler harus lebih rajin lagi mensosialisasikan seputar kelebihan-kelebihan yang ditawarkan MMS kepada pelanggan.
Kedua memperbanyak produksi telepon seluler yang dilengkapi dengan kamera sekaligus menekan harga jual. Langkah terakhir, menurunkan ongkos kirim MMS.
Ia menambahkan, sepanjang tahun 2003 pengguna MMS di Asia Pasifik mencapai 2,3 persen dari total pelanggan seluler. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga 4,3 persen di tahun 2004. Sementara, Singapura, Australia, Hong Kong, dan Taiwan, adalah empat negara yang mengalami pertumbuhan pengguna MMS paling pesat.
Di Indonesia sendiri trafik MMS sepanjang 2003 masih berada di bawah rata-rata Asia Pasifik. PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) yang merupakan operator dengan jumlah pelanggan terbesar (9,7 juta) hanya mencatat 450 ribu MMS per bulan. Sementara sumbangan MMS bagi pendapatan operasi operator masih berada di bawah 1 persen.
Namun begitu, industri seluler meraih kemajuan besar dengan dibukanya layanan MMS lintas operator antara PT Excelcomindo Pratama dengan PT Indonesian Satellite Corporation Tbk.
AFP/Ucok Ritonga - Tempo News Room





