Pemerintah Akan Beli LNG ke Luar Negeri
Kamis, 08 Januari 2004 | 16:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menyusul penolakan Jepang dan Korea atas permintaan Indonesia untuk menunda suplai gas ke kedua negara itu, pemerintah Indonesia akan membeli gas alam cair (LNG) ke luar negeri. "Pemerintah sedang bernegosiasi dengan beberapa negara produsen gas, seperti Qatar, Malaysia, dan Nigeria," kata Kardaya Warnika, Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), di Jakarta, Kamis (8/1). Rencananya, gas dari luar negeri itu akan digunakan untuk memenuhi komitmen kontrak penjualan gas ke luar negeri, termasuk Jepang, Korea, dan Western Buyer, sebesar 10 kargo per bulan.
Sebelumnya, ekspor LNG dipasok dari lapangan gas Arun di Aceh. Tapi, produksi gas Arun terus menurun, lantaran sudah tua. Akibatnya, pasokan terganggu. Pasokan Arun memang difokuskan untuk memenuhi ekspor. Sementara, kebutuhan gas dalam negeri dipasok dari Bontang, Kalimantan Timur. Tapi, itu pun baru bisa dijalankan pada 2005, karena pembangunan lapangan gas di Bontang belum selesai.
Sebenarnya, alternatif yang tepat adalah menunda suplai gas ke Jepang dan Korea: suplai untuk kuartal pertama tahun ini ditunda menjadi kuartal kedua, dengan volume yang sama. Tapi, alternatif itu ditolak pihak Jepang dan Korea. Sehingga, alternatif lain pun dtempuh, mengupayakan pembelian gas ke luar negeri. "Selama kualitasnya sama, tidak masalah," kata Kardaya. Sementara pasokan gas dalam negeri akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Kelangkaan gas di Aceh juga telah dibahas dalam rapat kabinet. Harus ada keseimbangan antara pertimbangan makro ekonomi, kepentingan fiskal, dengan pertimbangan sosial politik," kata Purnomo Yusgiantoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu (7/01).
Retno Sulistyowati - Tempo News Room





