Tahun 2004 Bencana Akan Terus Terus Terjadi
Jum'at, 09 Januari 2004 | 17:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tahun 2004, Indonesia masih akan terus ditimpa bencana. Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup, Longgena Ginting kepada wartawan dalam konferensi persnya, Jum'at (9/1) di Jakarta mengatakan, cuaca dan iklim mengalami penyimpangan ekstrim. Sementara kebijakan pemerintah tak mendukung upaya mencegah terjadinya bencana tersebut.
Penyebab iklim menyimpang beragam sebagai proses pemananasan dan perubahan iklim global. Ini didukung lingkungan yang makin berubah dan berkembang sebagai akibat naiknya populasi penduduk bumi yang sudah di atas satu miliar jiwa.
Hal yang sama juga dikatakan Pakar Iklim dan Cuaca, Paulus Agus Winarso yang hadir dalam konferensi pers tersebut. Menurutnya prospek lingkungan hidup tahun 2004, masih cenderung ekstrim, seperti yang terjadi tahun 2003. Krisis air akan terjadi dan hujan cenderung berkurang. “Bencana juga akan marak, “ kata Paulus. Badai tropis juga diperkirakan akan mendatangi Indonesia sekitar bulan Februari sampai Maret.
Jika curah hujan di bagian selatan meningkat hingga menjelang pertengahan tahun, maka musim kemarau kering dan berkepanjangan mungkin terjadi hingga menjelang akhir tahun. Di akhir tahun, iklim ekstrim basah kembali marak lagi.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor akan terjadi pada bukit dan gunung yang gundul. Kebakaran lahan dan hutan pada musim kering karena minimnya air bersih juga berpeluang besar terjadi pada sekitar pertengahan tahun. Bencana lanjutannya adala soal kesehatan, seperti malaria dan demam berdarah. Terutama akan terjadi pada kawasan rawan dan bahaya krisis air.
Maria Ulfah - Tempo News Room





