Pasokan Kurang, Pembangkit Listrik Suralaya Terganggu
Kamis, 29 Januari 2004 | 17:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasokan listrik Jabotabek dari pembangkit listrik Suralaya, Jawa Barat, terancam terganggu. Sebab, suplai batubara dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, berkurang akibat anjloknya kereta api pengangkut batubara itu.
Direktur Utama PT Indonesia Power, Firdaus Amal, di Jakarta, Kamis (29/1) mengakui adanya gangguan suplai batubara. Menurutnya, gangguan terjadi sejak 17 Desember 2003 lalu dan hingga kini belum normal kembali. "Semula dijanjikan suplai akan terhenti seminggu, tapi molor seminggu lagi," kata dia.
Padahal, cadangan batubara pembangkit Suralaya sudah kritis. Indonesia Power hanya memiliki cadangan untuk tiga sampai empat hari hingga 4 Februari mendatang. Dikhawatirkan, pasokan listrik akan terganggu bila tidak ada tambahan batubara sampai tanggal tersebut. "Saya tidak menjamin bahwa listrik tidak akan mati," kata dia.
Namun, Indonesia Power akan berupaya keras agar tidak terjadi pemadaman listrik secara bergilir seperti yang pernah terjadi di beberapa wilayah sebelumnya. Kendati demikian, pihaknya tidak akan bisa berbuat banyak bila memang sampai 4 Februari belum ada tambahan pasokan. Alternatif yang bisa dilakukan Indonesia Power kemungkinan adalah menurunkan beban, tetapi tidak mematikan secara keseluruhan.
Ia menjelaskan, pasokan batubara dari Tanjung Enim ke pembangkit Suralaya milik Indonesia Power mencapai 60 persen dari kebutuhan, atau sekitar 600 ribu ton per bulan. Pasokan terganggu sejak kereta pengangkut batubara itu anjlok. Akibatnya, pasokan sempat terhenti hampir dua minggu. Kemudian pasokan berjalan lagi tetapi belum normal. Saat ini pembangkit Suralaya hanya memperoleh pasokan sebesar 200 ribu ton per bulan.
Sejauh ini, Indonesia Power belum memperoleh kepastian dari Perusahaan Tambang Bukit Asam, perusahaan yang mengelola tambang batubara di Tanjung Enim. Firdaus akan segera melayangkan surat kepada Bukit Asam untuk memperoleh kepastian tentang pasokan batubara. Pembangkit Suralaya berkapasitas 3400 megawatt untuk mensuplai kebutuhan listrik Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Bekasi.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room





