PLN-Mitsubishi Bangun PLTGU Cilegon
Selasa, 10 Februari 2004 | 11:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Mitsubishi Corporation untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Cilegon, Jawa Barat.
Pembangkit berkapasitas 740 megawatt itu diperkirakan menelan biaya investasi sebesar US$ 340 juta.
Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN (persero), Ali Herman Ibrahim, di Jakarta, Selasa (10/2), mengatakan penandatanganan kontrak dilakukan kemarin malam. Rencananya, pembangkit itu sudah bisa dioperasikan tahun 2005 mendatang.
Ia menjelaskan, pembangunan PLTGU tersebut melibatkan Japan Bank International Corporation (JBIC) sebesar 85 persen dari total kebutuhan dana, atau senilai US$ 289 juta. Sedangkan sisanya diambilkan dari dana internal PLN. Pinjaman dari JBIC diperoleh melalui kredit ekspor dengan masa pengembalian selama 12 tahun.
Ia menambahkan, PLTGU itu didesain dengan dua unit gas turbin dan satu unit steam turbin. Rencananya, PLN akan menjual listrik yang diproduksi sebesar US$ 3,3 sen per kWh. Listrik yang dihasilkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Jawa dan Bali.
PLN juga berencana untuk membangun terminal regasifikasi LPG di Cilegon, Jawa Barat. Pembangunan diperkirakan akan selesai tahun 2007 mendatang. Dengan dibangunnya terminal gas tersebut, diharapkan pasokan gas untuk pembangkit listrik akan terus meningkat, sehingga diperkirakan paling lambat tahun 2007 sudah tidak ada lagi kendala.
Pada saat itu ditargetkan penggunaan BBM untuk pembangkit listrik sudah minimal untuk pusat listrik di Jawa dan digantikan dengan gas. Pembangunan terminal gas itu dimaksudkan untuk mengatasi kelangkaan gas, di samping meningkatkan penggunaan gas sebagai pengganti BBM.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room





