PLN Lelang Pengadaan Batu Bara
Selasa, 10 Februari 2004 | 12:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahan Listrik Negara (PLN) akan melakukan lelang kontrak jangka panjang dan pengadaan spot batu bara, untuk mengatasi kelangkaan batu bara di pembangkit listrik Suralaya, Jawa Barat. Lelang akan segera dibuka dalam waktu dekat.
Dirut PT PLN (persero), Eddie Widiono, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Pertambangan dan Energi DPR, di Jakarta, Selasa (10/2) mengatakan keputusan untuk mengadakan lelang itu diambil setelah diadakan pertemuan dengan berbagai pihak. Rapat koordinasi digelar di Direktorat Jenderal Biologi dan Sumber Daya Mineral, Jumat pekan lalu.
Ia menjelaskan, kesimpulan rapat tersebut antara lain kebutuhan batu bara untuk bulan Februari 2004 dinyatakan sudah cukup, tanpa menambah stok pengaman (safety stock.
Penambahan stok pengaman dilakukan untuk bulan Maret dan April. Pasokan batu bara akan dicarikan melalui kesepakatan khusus dengan empat produsen batu bara, PT Kideco, PT Adaro, PT Birau, dan PT Arutmin.
PT Indonesia Power sebagai pemilik pembangkit listrik Suralaya akan mendatangkan dua buah floating crane untuk mempercepat proses bongkar muat.
Rapat juga memutuskan untuk menggelar koordinasi interdep yang melibatkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Biologi dan Sumber Daya Mineral, Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, Ditjen Perhubungan Darat, dan Kementerian BUMN. Sejauh ini belum ada kepastian kapan rapat tersebut akan dilakukan.
Upaya pengadaan batu bara bagi Pembangkit Suralaya dilakukan menyusul kelangkaan batu bara yang terjadi sejak pertengahan Desember 2003, saat jalur kereta api Palembang-Parahan, Lampung, yang digunakan untuk mengangkut batu bara anjlok. Akibatnya, pasokan batu bara dari PT Bukit Asam ke PLTU Suralaya berkurang.
Biasanya Bukit Asam memasok batu bara sebesar 6 juta ton per tahun dari total kebutuhan sebesar 10 juta ton. Namun pasokan berkurang menjadi 2 juta ton. Akibatnya, terjadi gangguan pasokan di Suralaya.
Gangguan tersebut dikhawatirkan akan berdampak terhadap penyaluran listrik kepada konsumen. Pembangkit Suralaya berkapasitas 3.600 megawatt digunakan untuk memenuhi kebutuhan Jabotek.





