BI Masih Tunggu Kelengkapan Dokumen Swissasia

Rabu, 18 Februari 2004 | 19:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menyatakan bahwa proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang dilakukan BI kepada Konsorsium Swissasia, masih menunggu kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan. "Sampai saat ini masih menunggu kelengkapan dokumen," katanya dalam acara "Kadin Business Forum" di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu (18/2) siang.

Menurut Burhanuddin, konsorsium pemenang tender kepemilikan Bank Lippo itu sampai saat ini belum melengkapi seluruh dokumen yang diminta BI yang menjadi syarat untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan. "Beberapa dokumen ada yang bolong atau tidak lengkap bahkan sebagian lagi memang tidak ada," katanya.

Uji kelayakan dan kepatutan, kata Burhanuddin, baru bisa dilakukan apabila seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah lengkap. Tanpa informasi dan dokumen yang lengkap, BI tidak mungkin melakukan fit and proper test. "Dan infomasi data ini tentu tergantung apa yang diserahkan BPPN kepada kita," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Burhanuddin, semuanya sekarang tergantung BPPN. BI hanya mengikuti urutan proses yang ada. "Kalau memang ada perpanjangan, mau tidak mau kita akan mengikuti perpanjangan waktu tersebut," katanya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI, Anwar Nasution, mempertanyakan nilai modal yang dimiliki oleh konsorsium yang terdiri dari tiga perusahaan ini. Keinginan BI adalah untuk mengetahui siapa sesungguhnya di belakang konsorsium ini.

Selain itu, kata dia, BI juga ingin mengetahui sumber dana konsorsium ini. Di tempat terpisah, Wakil Ketua BPPN Bidang Restrukturisasi Perbankan, I Nyoman Sender mengatakan pihaknya sudah meminta konsorsium ini untuk melengkapi dokumen yang diperlukan BI.

Amal Ihsan - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim