12 Investor akan Masuk ke Bisnis Hilir Migas
Kamis, 26 Februari 2004 | 15:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua belas perusahaan asing dan lokal, termasuk Petronas Malaysia, berminat untuk masuk ke bisnis pendistribusian gas bumi di Indonesia. Bahkan, tiga perusahaan di antaranya telah melakukan presentasi di hadapan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).
Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, di Jakarta, Kamis (26/2), mengaku presentasi telah dilakukan beberapa hari lalu oleh tiga perusahaan lokal. Ia menyebutkan, ketiga perusahaan yang dimaksud yaitu PT Banten Inti Gasindo berminat untuk mendistribusikan gas di wilayah Banten dan Cilegon, PT I Gas untuk wilayah Cikarang, dan PT Energi Timur Jauh untuk wilayah Jawa Timur. Petronas juga telah menyatakan minatnya untuk terjun ke bisnis tersebut, khusus untuk wilayah Jawa. "Sekitar dua minggu lalu mereka datang," kata dia.
Ia menjelaskan, dalam presentasi tersebut BPH Migas menilai investor berdasarkan kemampuan finansial dan teknik, sebelum izin diberikan. Ini penting untuk menghindari kemungkinan terjadinya penjualan atau pengalihan izin yang telah dipegang kepada perusahaan lain. Selain itu, BPH Migas juga memperhatikan return of interest-nya, supaya investor tidak mengalami kerugian.
Selanjutnya, bila hasil evaluasi atas presentasi dinilai layak, investor akan memperoleh izin dari pemerintah. Nantinya, pemegang izin akan mendapatkan hak monopoli pendistribusian gas, sepanjang segmen tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Perusahaan yang ingin menggunakan jaringan pipa di suatu wilayah yang telah dimonopoli oleh perusahaan tertentu, pemerintah tetap membuka akses. Tentu saja mereka harus membayar sewa atas penggunaan pipa tersebut.
Tubagus menambahkan, pembagian wilayah jaringan pipa gas berbeda dengan pembagian wilayah pendistribusian BBM. Untuk mempermudah, pendistribusian BBM disesuaikan dengan wilayah admisnistrasi pemerintahan. Sedangkan pipa transmisi tidak ada wilayah tertentu, tapi dibatasi panjang segmen tertentu, dengan jangka waktu tertentu.
Tubagus yakin akan ada banyak investor lagi yang berminat masuk ke bisnis hilir. "Bisnis gas sangat menarik ke depan karena angka kebutuhan terus meningkat," ujarnya.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room





