2004, Kimia Farma Beralih ke Pasar Reguler
Jum'at, 27 Februari 2004 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pada 2004, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi PT. Kimia Farma Tbk akan memfokuskan usahanya ke pasar reguler. Porsi untuk pasar pemerintah atau pasar institusi akan dikurangi. "Apalagi ada rencana penambahan produk baru," kata Direktur Keuangan PT. Kimia Farama Tbk, Syamsul Arifin dalam paparan publiknya di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (27/2).
Memfokuskan diri pada unit reguler, sebenarnya Kimia Farma ingin mencapai pertumbuhan findamental pada kinerja perusahaan. Selama ini, dari pendapatan Rp. 1 triliun, 50 persen diperoleh dari pasar pemerintah dan 50 persen lagi dari pasar reguler. "Kami melihat pasar reguler lebih prospektif dan jelas, sementara pasar pemerintah belum jelas," kata Syamsul. Untuk mengembangkan bisnis di unit reguler, rencananya Kimia Farma akan mengembangkan jaringan klinik dan laboratorium klinik. "Prinsipnya, ini akan diintegrasikan ke satu sasaran korporat, yaitu one stop health services company," kata Syamsul lagi.
Dana investasi 2004 sekitar Rp. 60 miliar pun sudah dialokasikan Kimia Farma. Rencananya, Rp. 30 miliar akan digunakan untuk pasar pemerintah atau industri. Sisanya, untuk penambahan apotik seperti membangun jaringan klinik dan laboratorium klinik. Tahun ini saja, Kimia Farma diharapkan bisa menambah 25 apotik, baik sewa, beli maupun kerjasama. Sampai Februari 2004, jumlah apotik Kimia Farma sudah mencapai 320 apotik.
Pada 2003, kinerja penjualan Kimia farma diperkirakan mencapai Rp. 1,8 triliun, naik 18 persen dari 2002 yang mencapai Rp. 1,5 triliun. Sementara, laba Kimia Farma bisa mencapai Rp. 46 miliar, naik 30,4 persen dari 2002 yang mencapai Rp. 35,4 miliar.
Fitri Oktarini - Tempo News Room





