Keuntungan PLN Bertambah Selama Pemilu

Senin, 08 Maret 2004 | 17:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Selama pemilihan umum (Pemilu) 2004 berlangsung, dipastikan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero akan mendapatkan keuntungan tambahan. Maklum, selama masa itu akan ada banyak permintaan tambahan daya atau sambungan sementara, terutama dari partai politik peserta Pemilu. "Kami memang membuka layanan penambahan daya atau sambungan sementara bagi partai politik yang menginginkannya. Kebijakan itu didasarkan pada surat edaran Direksi PLN beberapa waktu lalu," kata Direktur Transmisi dan Distribusi PLN, Herman Darnel, usai memaparkan kesiapan PLN menghadapi Pemilu 2004, di hadapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro dan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ramlan Surbakti, di kantor Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya), Jakarta, Senin (8/3).

Sejumlah partai pun telah mengajukan permohonan penambahan daya. Bahkan di Ambon, Partai Marhaen telah menyetorkan Rp. 2,5 juta untuk pemasangan sambungan sementara selama tiga jam kampanye. Terhadap penambahan beban itu, PLN akan memberlakukan tarif multiguna yang jelas lebih mahal dibandingkan tarif biasanya. Lebih mahal, karena pungutan biaya pemasangan atas sambungan sementara yang dilakukan tidak ada dan hitungannya berdasarkan kilo watt per hour (kwh) selama sekian hari. "Tarif multiguna adalah tarif khusus untuk sambungan yang sifatnya sementara. Sambungan akan dipasang dan dicabut selama waktu tertentu, sesuai permintaan konsumen," kata Herman.

Walau demikian, Herman membantah, PLN akan meraup keuntungan besar selama Pemilu. Alasannya, biaya operasional PLN justru akan membengkak dari anggaran semula, lantaran harus menyiagakan pembangkit lebih dari hari biasanya. Sehingga kebutuhan bahan bakar akan meningkat. "Biaya bahan bakar pembangkit akan naik sepuluh persen dari biasanya," katanya. Biasanya, kebutuhan bahan bakar PLN mencapai Rp. 50 miliar. Sementara, total kebutuhan dana operasional sistem PLN di Jawa-Bali mencapai Rp. 150 miliar perhari. "Kami telah menganggarkan Rp. 50 miliar untuk memperbaiki sistem yang sudah tua dan vital," kata General Manager PLN Disjaya, Fahmi Mochtar

Retno Sulistyowati - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim