Tahun Ini, Jamsostek Akan Bangun Rusunawa

Kamis, 11 Maret 2004 | 12:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Persero tahun 2004 ini berencana membangun empat unit/twin block Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur senilai Rp 50 miliar. Direncanakan, empat unit yang masing-masing lima tingkat Rusunawa tersebut, akan disewakan untuk para pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta.

Kepala Jamsostek Kantor Wilayah III Jakarta, Heru Susmono, menyatakan keputusan tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Jamsostek beberapa waktu lalu. "Kami rencananya akan membangun Rusunawa tipe 21, yang masing-masing satu kamar untuk empat orang dengan harga sewa yang variatif," katanya di sela-sela sebuah seminar di Jakarta, Kamis (11/3).

Mengenai harga sewa, Heru menjelaskan, tergantung tempat yang akan dihuni. Harga dalam satu lokasi pun variatif. "Seperti di Batam, lantai dasar rumah susun harga sewanya Rp 120 ribu perkamar, sedangkan lantai atasnya sebesar Rp 90 ribu," katanya.

Menurut Heru, sebelum berencara membangun kembali empat Rusunawa untuk tahun ini tersebut, pihaknya telah membangun tiga twin block rumah susun tipe sejenis di kawasan Jababeka Cikarang, Batam dan Makassar (Kawasan Industri Makassar/KIMA). "Pembangunan di Batam sebanyak enam twin block dengan nilai total Rp 60 miliar," katanya.

Heru menjelaskan, rencana pembangunan empat unit untuk tahun ini akan disebar di beberapa kota di wilayah Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di wilayah Jakarta, kata dia, akan dibangun di wilayah kawasan industri Pulo Gadung dan Pulo Gebang. Sementara di Jawa Barat akan difokuskan di Bandung. Sedangkan di Jawa Timur, difokuskan kawasan Surabaya. "Intinya kita mendekati sentra-sentra pekerja," katanya.

Saat ditanya kemungkinan membangun Rusunawa di wilayah Jakarta, selain dua tempat yang telah disebutkan, Heru menyatakan, tidak menutup kemungkinan hal tersebut dilakukan. "Seperti di Kali Adem, kalau pihak yang berwenang mengizinkan, kami bisa melakukan," katanya. Hal tersebut, ujar dia, tergantung Pemerintah daerah setempat dan pihak terkait lainnya. "Sebab kami tidak menyediakan tanah untuk membangun Rusunawa ini," tuturnya.

Soal tanah, akan diserahkan pada Pemerintah daerah masing-masing. Sebab, tegasnya, yang berwenang menyediakan tanah murah adalah Pemerintah daerah. "Sebab kami membangun Rusunawa murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, oleh karena itu mau tidak mau kita cari harga tanah yang murah," tandasnya.

Danto - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: