Naiknya Harga Baja Akan Menaikkan Harga Properti
Kamis, 11 Maret 2004 | 21:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kenaikan harga baja yang hampir mencapai seratus persen bisa mempengaruhi sektor properti. Kenaikan harga properti -terutama rumah- diperkirakan bisa mencapai 20 persen. Demikian dikatakan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Yan Mogi, di Jakarta, Kamis (11/3).
Sektor perumahan menengah ke bawah diperkirakan akan naik harganya hingga delapan persen. Sementara, menengah ke atas bisa naik sekitar sepuluh persen dan sektor properti komersial akan naik sekitar 15-17 persen. "Selain baja, masih ada bahan-bahan lain yang mempengaruhi kenaikan harga," kata Yan. Dicontohkannya, bahan-bahan seperti paku, seng, bahan kawat, semen dan pasir juga naik. Jika dikalkulasikan secara total, kenaikan harga properti bisa mencapai 20 persen
Menurut Yan, besi merupakan faktor menonjol kedua yang mempengaruhi kenaikan harga properti. Tingkat kenaikan harga rumah karena naiknya harga besi bisa mencapai 15 persen. "Terutama bisa mempengaruhi harga rumah untuk kelas menengah ke atas sekitar 15-17 persen," katanya. Sementara, untuk rumah tipe sederhana sehat, kenaikan harga besi itu bisa mempengaruhi hingga sepuluh persen.
Kapan harga-harga rumah akan naik akibat naiknya harga bahan baku bangunan -terutama baja dan besi, kata Yan, sangat tergantung pasar. Semisal, jika harga baja tidak turun, mungkin 3-6 bulan lagi harga rumah sudah mulai naik. "Tapi kalau bunga bank dalam keadaan bagus seperti sekarang, KPR rendah, demand tetap akan tinggi," kata Yan.
Yan menyatakan, REI merasa keberatan dengan adanya kenaikan harga-harga bahan baku rumah itu, terutama baja dan besi. "Saya minta pihak terkait menjelaskan, mengapa harga besi dan baja bisa sebesar itu?" katanya. Karena kenaikkan harga bahan baku -walau secara ekonomi kenaikan sekitar 30-40 persen masih bisa ditoleransi, paling berat akan dirasakan konsumen menengah ke bawah yang notabene mengkonsumsi rumah tipe RSH. "Kasihan mereka. Jangankan Rp. 1 juta, Rp. 100 ribu pun berpengaruh," katanya.
Untuk itu, REI menghimbau pemerintah memberikan perhatian terhadap kenaikan harga bahan baku bangunan itu. Pemerintah juga diminta duduk bersama dengan REI untuk mengkaji ulang persoalan itu. "Nanti bisa juga diputuskan, apakah harga rumah akan naik sesuai dengan harga besinya atau kita naikkan hanya sekadar tidak rugi, misalnya dengan mengurangi untung," katanya.
Danto - Tempo News Room





