Tunggakan Listrik Pelanggan Mencapai Rp 1 Triliun

Jum'at, 12 Maret 2004 | 13:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkirakan tunggakan listrik pelanggan seluruh Indonesia mencapai Rp 1 triliun pada tahun ini. Sekitar Rp 400 miliar diantaranya merupakan tinggakan listrik pelanggan distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Sedangkan sisanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero), Sunggu Aritonang, di Jakarta, Jumat (12/3), mengatakan, sebagian besar pelanggan yang menunggak adalah kelompok industri. Ada pula pelanggan rumah tangga kelas menengah ke atas. Sejauh ini, PLN telah mendesak pelanggan agar segera melunasi tunggakannya. Namun, beberapa di antaranya justru meminta keringanan. "Tapi, kami tidak bisa memberikan," kata dia.

PLN akan memberikan sanksi kepada para penunggak tersebut. Sanksi yang dimaksud, mulai yang paling ringan berupa pemberitahuan, hingga yang paling berat berupa pemutusan sambungan listrik. Kendati sambungannya telah diputus, nantinya pelanggan tetap diwajibkan untuk membayar denda dan melunasi tunggakan.

Dalam kesempatan itu, PLN meluncurkan call center 123 yang bisa dihubungi 24 jam. Melalui nomor itu, pelanggan bisa memperoleh informasi tagihan (billing info), informasi mengenai pasang baru dan perubahan daya, informasi pemadaman dan gangguan. Selain itu, call center 123 juga menerima pengaduan seperti masalah pembacaan meter, pencurian listrik, dengan pilihan dua bahasa Indonesia dan Inggris.

Peluncuran call center itu diharapkan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. PLN juga berharap, tiap pengaduan gangguan listrik bisa segera ditanggapi dan tidak ada pengaduan melalui telepon yang lolos dari petugas.

Layanan baru itu didukung oleh PT Indonesia Comnet Plus (ICON+), PT Telkom Tbk, dan PT Diavox Nusantara. call center 123 mampu melayani informasi tagihan melalui IVRS. Pelanggan bisa memperoleh informasi melalui faksimili juga. Layanan ini mempermudah pelanggan menghubungi PLN Disjaya dan Tangerang, setiap saat dan dari manapun. Call center baru itu kini mempunyai 60 saluran telepon, dengan jumlah penelepon 58 orang, dibantu delapan petugas dispacher.

Pada kondisi normal, call center 123 menerima sekitar 8.000 telepon per hari. Sedangkan pada saat terjadi gangguan aliran listrik, telepon yang masuk mencapai 10 ribu. Karena itu, PLN berjanji akan terus meningkatkan kemampuan pusat pelayanan 123 dari segi kuantitas maupun kualitas.

Retno Sulistyowati - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim