Pemerintah Akan Stabilkan Harga Minyak Goreng
Rabu, 17 Maret 2004 | 17:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M.S. Soewandi meminta harga minyak goreng stabil di kisaran Rp 5.100 per kilogram. Sejak dua minggu terakhir minyak goreng curah di pasaran cenderung meningkat harganya antara Rp 5.500 hingga Rp 5.700 per kilogram.
"Saya minta kepada para produsen CPO dan minyak goreng agar harga minyak goreng bisa distabilkan, jangan mengikuti harga luar negeri," kata Rini di sela-sela memimpin pertemuan dengan para produsen di Deperindag Jakarta, Rabu (17/3).
Rini berharap bisa segera melakukan operasi pasar khusus untuk minyak goreng. "Produsen sudah bersedia. Mekanismenya sama persis seperti tahun lalu. Produsen masuk pasar dan menjual dengan harga murah," ujarnya.
Menurut Rini, pihaknya saat ini tengah membentuk tim kecil yang akan membahas lebih rinci mengenai detail rencana penstabilan harga. "Tentu saja ini semua didukung penuh produsen minyak goreng dan kelapa sawit sehingga harga bisa stabil antara Rp 5.000 hingga Rp 5.100," katanya.
Rini menjelaskan, menghadapi kenaikan harga minyak goreng yang sudah memasuki minggu kedua ini, tak ubahnya menghadapi kondisi yang sama menjelang hari raya. "Ramadhan kemarin minyak goreng juga naik ke Rp 5.400-5.500. Jadi penanganannya hampir sama," jelas dia.
Mengenai waktunya, Rini menyatakan dalam waktu dekat ini sesudah diadakan koordinasi harga minyak goreng bisa kembali stabil. "Insya Allah dalam dua-tiga hari ini," kata dia.
Sebenarnya untuk pasokan dan distribusi, kata Rini, tidak ada masalah. Tidak ada lonjakan permintaan yang berarti selama masa kampanye. Hanya saja harga minyak dunia saat ini memang tengah naik.
Anastasya Andriarti - Tempo News Room





