Pemerintah Akan Perbanyak Pelabuhan Internasional

Rabu, 17 Maret 2004 | 20:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan berusaha menambah pelabuhan-pelabuhan bertaraf internasional. "Termasuk pengadaan pelabuhan spesifik khusus untuk mobil completely built-up (CBU)," kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M.S. Soewandi di Jakarta, Rabu (17/3).

Menurut Rini, dengan makin berkembangnya nilai ekspor Indonesia sudah mulai dipikirkan pembangunan pelabuhan dengan standar internasional. "Ini harus cepat kita lakukan, bila tidak, perkembangan ekspor akan terhambat," kata dia.

Rini mencontohkan, saat ini pemerintah tengah mendorong ekspor untuk mobil. "Kebetulan tahun ini beberapa produsen otomotif di Indonesia akan menambah ekspornya untuk sejumlah produk mobil," kata dia.

Indonesia, kata Rini, memang sudah memiliki beberapa pelabuhan internasional, seperti Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Mas, dan yang lainnya, namun dengan peningkatan ekspor tiap tahunnya maka kebutuhan akan pelabuhan tersebut makin tinggi.

Pengadaan pelabuhan bertaraf internasional, kata Rini, dibutuhkan dan berkaitan dengan persyaratan yang diterapkan, yaitu Kode Internasional tentang Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code). "Kami yakin Indonesia mampu memenuhi standar tersebut," ujarnya.

Rencana penambahan pelabuhan internasional ini diharapkan dapat mempermudah ekspor impor barang di Indonesia. Deperindag, jelas Rini, telah melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan tersebut.

Sementara, dalam rencana penambahan pelabuhan internasional ini, Rini memasukkan rencana pembangunan pelabuhan khusus untuk mobil CBU. "Rencananya kami berharap bisa dibangun di sebelah Tanjung Priok, Koja," ujarnya mengenai kemungkinan lokasi pelabuhan khusus mobil CBU.

Rini berharap dalam waktu tidak terlalu lama pelabuhan CBU ini dapat direalisasi. "Saat ini semakin tinggi keinginan produsen untuk mengekspor," kata dia. Berdasarkan data Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) disebutkan bahwa penjualan mobil CBU
pada tahun ini mencapai 20 ribu unit atau tumbuh 20 persen dibandingkan 2003 sebanyak 17 ribu unit.

Menurut Rini, untuk mobil CBU dibutuhkan area yang sangat luas. "Di mana kapalnya bisa bersandar sendiri dan terus masuk," katanya. Berbeda dengan mobil knocked down yang lebih mudah, karena dikemas per kontainer.

Sebelumnya Japan Automobile Manufacturers Association Inc. (JAMA) mendesak pemerintah segera menyiapkan pelabuhan khusus yang berfungsi untuk bongkar-muat bagi industri otomotif.

Kepala Perwakilan JAMA Singapura Hiroyuki Nakamura mengatakan dengan adanya pelabuhan bongkar-muat yang diperuntukkan bagi industri otomotif maka kesulitan dalam hal transportasi pengiriman dan penerimaan akan dapat teratasi.

Selama ini Thailand selalu dijadikan basis industri bagi produsen otomotif untuk memasarkan produknya di Asia Tenggara karena beberapa keunggulan dan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah negara tersebut bagi investor. Bila Indonesia memiliki pelabuhan khusus yang berfungsi bagi bongkar-muat industri otomotif, kemungkinan besar ini akan menarik banyak investor.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim