Negosiasi Gas PLN-ConocoPhilips Terhambat Harga
Rabu, 24 Maret 2004 | 12:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Negosiasi antara Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan ConocoPhilips tentang jual-beli gas belum mencapai kata sepakat. PLN menilai harga jual gas yang ditawarkan ConocoPhilips sebesar US$ 2,67 per mmbtu terlalu tinggi.
Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN (Persero) Ali Herman Ibrahim di Jakarta, Rabu (24/3), membenarkan hal itu. PLN, kata dia, meminta produsen gas asal Amerika itu bersedia menurunkan harga jual gasnya.
Menurut Ali, pihaknya menginginkan harga gas berada di bawah rata-rata harga yang sekarang ada, yaitu US$ 2,65 per mmbtu. "Kita maunya paling tinggi US$ 2,65 per mmbtu, tapi kalau bisa di bawah itu," kata dia. Sejauh ini negosiasi antara kedua pihak masih terus dilakukan, namun belum tercapai kesepakatan.
Rencananya, ConocoPhilips akan memasok gas sebesar 300-400 juta kaki kubik per hari. Gas akan dipergunakan sebagai bahan bakar tiga pembangkit milik PLN yang ada di Muara Tawar, Muara Karang, dan Tanjung Priok. Gas akan diambil dari lapangan milik ConocoPhilips di Coridor Block di Jambi.
Saat ini, pembangkit Muara Tawar, Muara Karang, dan Tanjung Priok sudah beroperasi dengan menggunakan bahan bakar BBM. PLN sedang membangun PLTG di Muara Tawar dan Muara Karang. Ditargetkan bulan April mendatang kedua pembangkit itu sudah bisa beroperasi. Total kapasitas pembangkit Muara Tawar 780 megawatt, sedangkan pembangkit Muara Karang lebih dari 1.000 megawatt.
Ali menjelaskan, kebutuhan gas untuk pembangkit listrik milik PLN sangat besar. Ini berkaitan dengan rencana PLN untuk mengganti bahan bakar dari BBM menjadi gas. Kebijakan itu dikeluarkan untuk menekan biaya produksi yang besar. Saat ini masih banyak pembangkit yang berbahan bakar BBM.
Ali berharap negosiasi dengan ConocoPhilips bisa segera diselesaikan sehingga gas bisa langsung dipasok ke pembangkit-pembangkit tersebut.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room





