Sekarang Giliran TPI Diambil-alih Bimantara

Selasa, 30 Maret 2004 | 23:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dengan membayar surat utang Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), PT Bimantara Citra Tbk akan mengambil alih kepemilikan stasiun televisi itu. TPI akan masuk dalam keluarga Bimantara, karena Bimantara sudah mengambil alih surat utang TPI sebesar 70-75 persen. "Pengambil-alihan surat utang menjadi saham ini akan efektif pada kuartal ketiga atau keempat 2004 dan sekarang sudah ada orang Bimantara duduk di manajemen TPI," kata Direktur Utama Bimantara, B Hary Iswanto Tanoesoedibjo, di Jakarta, Selasa (30/3). Pembayaran akan dilakukan Bimantara secara bertahap karena sebagian sudah masuk laporan keuangan 2003.

Pengambilalihan TPI jelas menambah perbendaharaan stasiun televisi yang dimiliki PT. Bimantara, setelah mempunyai Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) dan Global TV. Jika RCTI mempunyai pangsa pasar umum, Global TV pangsa pasarnya remaja, kata Hary, potensi pasar TPI adalah menengah ke bawah (9,9 persen pangsa pasar dari seluruh televisi swasta di Indonesia. "Tidak ada televisi yang bisa mengcover semua pasar, kata Hary.

PT Bimantara sendiri memiliki 99,99 persen saham dalam perusahaan induk Media Nusantara Citra (MCN). Di PT Global Informasi Bermutu (Global TV), Bimantara memiliki 70 persen saham dan 100 persen saham di RCTI. "Perusahaan induk bisa membeli program dengan lebih ekonomis dan tiap stasiun televisi bisa berbagi paket program televisi lain tergantung kebutuhan," kata Hary.

Setelah memutuskan untuk berkonsentrasi pada dua lini usaha inti yang saling bersinergi: multimedia-penyiaran dan telekomunikasi-IT, pada 2003, Bimantara terus berusaha berekspansi ke dunia pertelevisian. Bahkan saat ini, Bimantara masih mempunyai dana untuk ekspansi itu. Maklum, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Selasa (30/3), Bimantara memiliki laba bersih sebesar Rp. 241,8 miliar.

Sampai Desember 2003 saja, RCTI sudah memberikan kontribusi kepada Bimantara sebesar 70 persen untuk pendapatan total (total revenue) dan 66 persen keuntungan bersih. "TPI bisa memberikan kontribusi serupa, walau persentasenya tidak sama," kata Hary.

Untuk meningkatkan dana yang dimiliki, Bimantara juga akan menerbitkan saham baru atau right issue. Penerbitan saham baru itu diperkirakan mencapai US$ 75-100 juta. "Kami memakai laporan keuangan 2003. Jadi, paling lambat sekitar Juni 2004," kata Hary lagi.

Yandi MR - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: