Jepang Beri Utang Rp 8,42 Triliun
Rabu, 31 Maret 2004 | 15:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Jepang memberi pinjaman senilai Rp 8,42 triliun kepada pemerintah Indonesia. Kesepakatan pinjaman ditandatangani oleh Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Departemen Luar Negeri RI, Makarim Wibisono dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yukasa Iimura. "Diharapkan pinjaman ini dapat meningkatkan animo investor Jepang ke Indonesia," ujar Duta Besar Yusaka Iimura, Rabu (31/3).
Menurut Makarim, pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur seperti penyediaan listrik, transportasi kereta api, dan fasilitas pelabuhan. Ada tujuh proyek yang akan didanai, yaitu perluasan PLTG Tanjung Priok (Rp 4,724 triliun), rehabilitasi dan gasifikasi pembangkit listrik Semarang (Rp 699 miliar), pembangkit listrik panas bumi Lahendong (Rp 472 miliar), rel kereta api ganda di jalur selatan Jawa (Rp 833 miliar), rehabilitasi dan perbaikan pelabuhan ikan Jakarta (Rp 277 miliar), pengembangan sistem telekomunikasi laut (Rp 488 miliar), dan proyek rehabilitasi mendesak pelabuhan Tanjung Priok (Rp 970 miliar).
Persyaratan pinjaman untuk proyek perluasan PLTG Tanjung Priok, rel kereta api ganda di jalur selatan Jawa, proyek rehabilitasi dan perbaikan pelabuhan ikan Jakarta, proyek pengembangan sistem telekomunikasi laut, proyek rehabilitasi mendesak pelabuhan Tanjung Priok, ditetapkan masa pengembalian selama 20 tahun, dengan masa tenggang waktu 10 tahun dan tingkat suku bunga 1,3 persen pertahun. Sedangkan untuk proyek rehabilitasi dan gasifikasi pembangkit listrik Semarang dengan masa pengembalian 30 tahun setelah masa tenggang waktu 10 tahun. Untuk proyek pembangkit listrik panas bumi Lahendong adalah dengan masa pengembalian 28 tahun setelah tenggang waktu 12 tahun. Adapun tingkat suku bunga kedua proyek yang terakhir adalah 0,75 persen pertahun.
Jumlah pinjaman yang diberikan kepada Indonesia untuk tahun fiskal 2003 telah meningkat 17 persen dibandingkan tahun fiskal sebelumnya. Pinjaman ini merupakan jumlah kedua terbesar diantara semua negara penerima pinjaman dari Jepang. Negara penerima pinjaman terbesar adalah India.
Mawar Kusuma - Tempo News Room





