Inflasi Maret 0,36 Persen

Kamis, 01 April 2004 | 16:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Inflasi selama Maret 2004 sebesar 0,36 persen. Inflasi disebabkan kenaikan harga hampir disemua kelompok barang dan jasa, terutama kelompok sandang. “Meskipun tidak terekam semuanya oleh BPS, kampanye pemilu legislatif memilki pengaruh signifikan pada inflasi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Soedarti Surbakti, dikantornya, Kamis (1/4).

Menurut Soedarti, kenaikan harga pada bulan Maret ini terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,14 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,38 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,67 persen, kelompok sandang 0,18 persen, kelompok kesehatan 1,1 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,15 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan 0,18 persen.

Soedarti menyatakan bahan sandang mengalami kenaikan hampir disemua jenis. “Permintaan akan sandang memang meningkat semua. Meskipun pengeluaran selama pemilu tidak terekam semua, tapi ada kemungkinan pemilu berpengaruh secara signifikan pada tingkat inflasi bulan ini,” kata dia. Ia berharap, mudah-mudahan kampanye berikutnya juga tidak berdampak signifikan pada inflasi. “Kita bisa lihat kampanye pemilu legislatif sekarang tidak terlalu berdampak pada inflasi. Meskipun ada memang tidak terlalu besar,” kata dia.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Maret antara lain cabe merah, tomat sayur, tomat buah, bayam, bawang putih, kangkung, petai, tempe, tahu, minyak goreng, cabe rawit, mie, gula pasir, melon, jeruk, nasi, sewa rumah, tarif rumah sakit, kontrak rumah, gas elpiji, kayu lapis, besi beton, upah tukang, upah pembantu rumah tangga, bensin, dan pasir. Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam ras, daging ayam ras, ikan segar, beras, dan kelapa.

“Untuk laju inflasi tahun kalender Januari-Maret 2004 sebesar 0,91 persen,” kata Soedarti. Sedangkan, jelas dia, tingkat inflasi year on year Maret 2004 terhadap Maret 2003 sebesar 5,94 persen. Dari hasil pemantauan BPS di 45 kota pada Maret 2004 tercatat 33 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan sebesar 2,03 persen. Dan inflasi terendah di Ambon 0,04 persen. Sementara deflasi terbesar terjadi di Pangkal Pinang 2,21 persen, dan deflasi terkecil di Pekan Baru 0,03 persen.

Soedarti menjelaskan beberapa kelompok komoditi yang memberikan sumbangan inflasi Maret 2004 adalah kelompok bahan makanan 0,03 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau 0,07 persen, kelompok perumahan air, listrik gas dan bahan bakar 0,18 persen, kelompok sandang 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen.

Anastasya – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: