Impor Februari 2004 Meningkat 5,36 Persen
Kamis, 01 April 2004 | 22:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Nilai impor Indonesia untuk Februari 2004 meningkat sebesar 5,36 persen. "Impor bulan Februari sebesar US$ 2,89 miliar atau meningkat 5,36 persen dibanding impor Januari sebesar US $ 2,75 miliar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Soedarti Surbakti di Jakarta, Kamis (1/4).
Soerbakti menjelaskan, kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya impor nonmigas sebesar 3,3 persen dari US$ 2049,1 juta menjadi US$ 2117,3 juta. "Selain itu juga ada kenaikan impor migas sebesar 11,35 persen," kata dia.
Kenaikan impor nonmigas terbesar disumbang oleh peningkatan impor mesin dan pesawat mekanik sebesar US$ 30,5 juta atau meningkat 8,8 persen dari nilai impor Januari. "Nilai impornya sekitar US $377,1 juta," katanya. Disusul mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik serta bahan kimia organik, masing masing meningkat sebesar US$ 19 juta (13,21 persen), US$ 11,8 juta (12,87 persen) dan US$ 10 juta (5,9 persen).
Sementara barang lainnya yang meningkat nilai impornya antara US$ 5 juta sampai US$ 10 juta adalah amapas/sisa industri makanan sebesar US$ 7,3 juta dan gandum-ganduman yang meningkat US$ 6,3 juta.
Bila digabung dengan Januari 2004, menurut Soedarti, nilai impor ini juga mengalami peningkatan dibanding periode yang sama 2003. "Januari-Februari 2004 nilai impor sebesar US$ 5,64 miliar yang berarti ada peningkatan 1,46 persen," jelas dia. Peningkatan ini disumbang oleh meningkatnya nilai impor migas sebesar 10,31 persen, yang menutup penurunan di sisi lain yaitu penurunan impor non migas sebesar 1,34 persen.
Sementara untuk impor non migas Februari 2004 ini, papar Soedarti, mencapai US$ 2,12 miliar. "Atau meningkat 3,33 persen dibanding Januari 2004," katanya. Sedangkan selama Januari-Februari 2004, impor nonmigas mencapai US$ 4,17 miliar atau menurun 1,34 persen.
Selama periode ini, impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 723,7 juta. "Ini senilai 17,37 persen dari total impor non migas," kata dia.
Dilihat dari negaranya, pemasok barang impor terbesar adalah Jepang dengan nilai US $ 699,6 juta dengan pangsa 16,79 persen. Kemudian diikuti Amerika Serikat 10,07 persen dan Cina 8,84 persen.
Adapun menurut golongan pengunaan barang, impor bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari-Februari 2004 meningkat masing-masing 0,67 persen dan 12,20 persen. Untuk barang konsumsi, impornya justru turun 2,86 persen dibanding periode yang sama 2003.
Anastasya Andriarti - Tempo News Room





