Bank Buana Bagikan Sisa Dividen Rp 66,5 Miliar

Jum'at, 23 April 2004 | 20:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Buana Indonesia Tbk akan membagikan sisa dividen atau keuntungan tunai sebesar Rp 4,88 per saham dengan total dividen Rp 24,4 miliar. "Akan dibayarkan segera setelah persetujuan dari Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3) diterima," kata Direktur Utama Bank Buana, Jimmy Kurniawan Laihad dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di kantor Bank Buana, Jakarta, Jumat (23/4).

Sebelumnya, Bank Buana telah membagikan dividen interim pada November 2003 senilai Rp 42,1 miliar. Total dividen tunai bank ini adalah Rp 66,5 miliar atau 30 persen dari laba bersih perseroan senilai Rp 221,85 miliar.

Pencapaian laba bersih ini, kata Jimmy, melampaui target laba dalam rencana kerja 2003 senilai Rp 219,94 miliar atau kelebihan Rp 1,91 miliar (0,87 persen). "Berpegang pada praktek perbankan yang sehat dan berhati-hati, Bank Buana telah melewati tahun 2003 dengan sangat produktif," kata dia.

Meski demikian, total laba bersih Bank Buana mengalami penurunan 11, 70 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2002, Bank Buana membukukan laba bersih senilai Rp 251,25 miliar.

Penurunan ini, kata Jimmy, terutama disebabkan menurunnya pendapatan bunga dari investasi perseroan pada surat berharga. Hal ini sejalan dengan menurunnya tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sepanjang 2003. "Ini sudah diprediksikan manajemen," kata dia.

Pendapatan bunga 2003 Bank Buana tercatat sebesar Rp 1,6 triliun atau turun 9,73 persen dari Rp 1,7 triliun pada 2002. Pendapatan bunga, termasuk provisi dan komisi kredit ini diperoleh dari kredit yang diberikan, surat berharga, serta penempatan dan giro pada bank lain. Sementara pendapatan bunga bersih sebesar Rp 685,95 miliar, meningkat Rp 63,8 miliar atau 10,26 persen, dari Rp 622,15 miliar pada 2002.

Beban bunga pada 2003 juga mengalami penurunan sebesar Rp 231,9 miliar atau 28,98 persen. Beban bunga pada tahun 2003 sebesar Rp 873,3 miliar dari Rp 1,1 triliun tahun sebelumnya.

Jumlah aktiva Bank Buana pada akhir tahun 2003 adalah Rp 14,3 triliun dengan jumlah kewajiban Rp 12,65 triliun dan ekuitas 1,68 triliun. Sementara total aktiva produktifnya sebesar Rp 13,16 triliun. Aktiva produktif ini meningkat 8,48 persen dari tahun 2002 senilai Rp 12,14 triliun. "Kualitas aktiva produktif Bank Buana tetap terjaga baik," kata Jimmy.

Sampai akhir 2003 jumlah dana pihak ketiga Bank Buana mencapai Rp 12,3 triliun, meningkat 7,46 persen dari tahun sebelumnya senilai Rp 11,45 triliun. Depositi berjangka merupakan komponen terbesar, yaitu 39,08 persen dan sisanya tabungan (35,33 persen) serta Giro (25,59 persen). Kredit yang diberikan terhadap dana masyarakat ini adalah 43,37 persen.

Sementara tingkat kecukupan modal (CAR) Bank Buana sampai akhir 2003 tercatat 22,32 persen. Rasio ini menurun sedikit dibanding tahun sebelumnya 22,34 persen. "Masih lebih dari memadai untuk meningkatkan penyaluran kredit selama beberapa tahun mendatang," kata Jimmy.

Yandi MR - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim