Lagi, 500 Ton Gula Akan Dimusnahkan

Jum'at, 30 April 2004 | 12:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perindustrian dan Perdagangan kembali memberangkatkan tumpukan gula ilegal untuk dimusnahkan ke Pulau Laki Gugusan Kepulauan Seribu, Jumat (30/4).

Dalam pemberangkatan kedua ini, gula sebanyak kurang lebih 500 ton dari 22 kontainer diangkut menggunakan kapal Tongkang yang ditarik sebuah kapal tunda. "Dalam catatan kami persisnya ada 9836 karung gula yang dipindahkan dari kontainer ke atas kapal tongkang," kata Asisten Operasi Lantamal II Angkatan Laut Letkol Joko Muryono.

Ia memperkirakan kapal baru bisa berangkat sekitar pukul 11.00 WIB siang ini akan tiba di pulau Laki sekitar pukul 19.00 atau 20.00 WIB. "Kapal ini dengan kecepatan 5 knot kemungkinan menghabiskan 5-7 jam untuk perjalanan ke pulau itu," kata dia.

Gula-gula dari kontainer yang selama ini tertahan di pelabuhan Tanjung Priok sudah mulai dipindahkan ke atas kapal tunda yang kira-kira berukuran 25mx15m ini sejak pukul 20.00 WIB kemarin.

Berdasarkan pengamatan Tempo News Room di lokasi, lebih dari 20 orang kuli angkut membantu membongkar muatan gula dari kontainer ke kapal tunda tersebut. "Memang untuk membongkar muatan membutuhkan waktu yang lama, bisa 12 jam sendiri. Apalagi nanti pada saat membongkar dari kapal ke lokasi pembakaran, kira-kira membutuhkan waktu 15 jam," jelas Joko. Menurut dia, dari dermaga pulau Laki tempat kapal tunda ini bisa berlabuh, ke lokasi pembakaran jaraknya 60-70 km.

Dari pembongkaran selama dua kali ini, seluruh isi kontainer seluruhnya adalah gula. Dalam pemberangkatan sebelumnya pada pekan lalu yang dilepas secara langsung oleh Menperindag Rini MS Soewandi, gula sudah dimusnahkan. Menurut data Deperindag sekitar 100 ton. Jumlah seluruhnya gula yang tertahan di pelabuhan Tanjung Priok ini ada 167 kontainer dimana 150 kontainer diantaranya disepakati untuk dimusnahkan. 17 kontainer sisanya harus diselidiki lebih lanjut karena diakui kepemilikannya oleh PTPN II. Joko memperkirakan pembakaran sebagai langkah untuk memusnahkan gula ilegal ini baru bisa dilakukan paling cepat Sabtu sore. "Atau bisa-bisa malam," katanya.

Selain mengangkut gula diatas kapal tunda terlihat tumpukan kayu-kayu bekas yang rencananya akan digunakan sebagai bahan bakar pemusnahan gula. Selain itu ada pula empat jerigen berisi solar untuk memudahkan pembakaran gula nantinya di pulau yang selama ini dijadikan pangkalan latihan militer.

Anastasya Andriarti – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim