Bisnis Kehutanan Dinilai Makin Sulit
Selasa, 04 Mei 2004 | 19:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bisnis sektor kehutanan beberapa tahun belakangan ini semakin sulit dan cenderung kurang menguntungkan. Menurut Direktur LSM Lingkungan Greenomics, Elfian Effendi, hal ini disebabkan kapasitas produksi hutan alam produksi tidak melimpah seperti saat era Orde Baru. "Hutan alam produksi yang dulu sebagai ?ėmas hijau? tidak dapat lagi dipaksakan pengeksploitasiannya seperti belasan tahun lalu," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/5).
Elfian mengatakan, dalam kondisi seperti ini maka pengusaha kehutanan hendaknya realistis dan mencari sektor usaha lain yang lebih menguntungkan. Apalagi, katanya, saat ini pemerintah mulai memberlakukan sejumlah ketentuan yang ketat di bidang kehutanan. Di samping itu, lanjutnya, bisnis kehutanan bukanlah bisnis jangka pendek sehingga diperlukan komitmen jangka panjang, terutama untuk melestarikan sumber daya hutan.
Ditambahkannya, salah satu kebijakan pemerintah untuk memperketat kegiatan usaha sektor kehutanan adalah kewajiban membayar dana reboisasi (DR) dan perlindungan simber daya hutan di muka, sebelum kegiatan penebangan dilakukan. Meski kebijakan ini banyak dikeluhkan pengusaha, jelas Elfian, ini merupakan cara untuk membangun bisnis kehutanan jangka panjang.
Mawar Kusuma - Tempo News Room





