BCA Raup Keuntungan Rp 2,4 Triliun

Kamis, 06 Mei 2004 | 21:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Central Asia (BCA) selama 2003 meraup keuntungan dengan laba bersih sebesar Rp 2,39 triliun. Sedang laba sebelum pajak mencapai Rp 3,14 triliun. Besarnya laba yang diraih bank swasta ini dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahun BCA Tahun 2004 di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (6/5). Dalam RUPS tersebut disetujui laba akan digunakan untuk membagikan deviden tunai final tahun buku 2003 sebesar Rp 225 persaham.

Beberapa keputusan yang dalam rapat, antara lain menyetujui laporan tahunan direksi serta laporan tahunan dan pengesahan perhitungan tahunan untuk tahun buku per tanggal 31 Desember 2003. Selain itu, rapat juga menyetujui memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada anggota direksi dan dewan komisaris perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan, sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2003.

Presiden Direktur BCA DE Setijoso mengatakan direksi merencanakan melakukan pemecahan saham atau stock split perseroan dari Rp 250 per saham menjadi Rp 125 per saham. Sehingga dengan perbandingan 1:2, maka untuk setiap 1 lembar saham dengan nilai nominal Rp 250 per saham akan menjadi 2 lembar dengan nilai nominal Rp 125 per saham. "Hal ini sebagai salah satu upaya menjadikan saham BCA leboh likuid dan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat memiliki saham BCA," kata Setijoso.

Apabila pemecahan nilai nominal saham ini sudah berlaku efektif, lanjutnya, maka deviden per saham akan mengikuti rasio stock split yaitu menjadi Rp 112,5 per saham.

Sementara itu, Direktur Keuangan BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris diberikan kuasa untuk menetapkan deviden interim apabila keuangan perusahaan memungkinkan.

Namun, lanjutnya, deviden itu sendiri dilaksanakan atau tidak akan tergantung pada beberapa hal.

Pertama, kata Jahja, harus dilihat dahulu apakah deviden final yang akan dibagikan setelah diputuskan stock split prosesnya dapat berlangsung dengan cepat. Kedua, setelah dilihat dari segi likuiditas nilai CAR-nya. "Baru setelah itu akan kita tetapkan apakah akan ada pembagian deviden interim atau tidak. Jadi saat ini belum dapat kami sampaikan rupiahnya berapa, atau kapan waktunya," kata Jahja.

Direktur BCA yang lain, Subur Tan mengatakan, untuk stock split tadi pihaknya akan segera mengajukan permohonan itu ke ke menteri kehakiman. "Kami berharap minggu depan sudah mengajukan permohonan itu. Dan secara teoritis departemen kehakiman akan menyetujui. Tapi kita tidak bisa tentukan kapan," kata Subur.

Setelah itu, lanjutnya, baru akan diajukan ke bursa yang kemudian bursa akan menentukan kapan jadual stock split-nya. "Kalau perkiraan diharapkan awal bulan Juni 2004 sudah bisa diharapkan melakukan stock split itu," ujar Subur.

Untuk nilai prediksi atau forecast 2004, Jahja mengaku belum bisa memastikan angkanya. "Hal itu belum dapat kita sampaikan secara terbuka tapi kita harapkan mudah-mudahan kinerja kita untuk 2004 ini paling tidak sama (dengan 2003) atau paling tidak sedikit lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Jahja.

Pernyataan yang sama juga diberikan Setijoso. "Secara general kami memandang tahun 2004 ini, positif. Tetapi kami tidak diperkenankan memberikan angka-angka prediksi," tegas Setijoso.

Muchamad Nafi ? Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim