Presiden Perintahkan Tiga Menteri Pantau Stok Beras Selama Sebulan
Senin, 10 Mei 2004 | 20:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Sooekarno Putri memerintahkan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Suwandi, Menteri Pertanian Bungaran Saragih, dan Kabulog Wijanarko Puspoyo, memonitor stok beras selama satu bulan ini sebelum memutuskan tetap menutup atau membuka keran impor beras. "Tunggu satu bulan ini, kita monitor dulu," kata presiden seperti ditirukan oleh Rini MS Suwandi usai rapat terbatas di Istana Negara Jakarta, Senin (10/5).
Sejak 20 Januari hingga 20 Juni, pemerintah menutup keran impor beras untuk mengendalikan harga beras di dalam negeri. Rini mengatakan, pemerintah terpaksa hati-hati untuk meneruskan atau mencabut kebijakan tersebut. Pasalnya pasca panen raya Februari hingga April kemarin hasil panen cukup bagus, dan cuaca juga bersahabat.
Menteri Pertanian Bungaran Saragih juga mengatakan produksi gabah kering untuk 2004 ini diramalkan akan mencapai 53 juta ton. Jumlah ini melebihi produksi tahun lalu yang mencapai 52 juta ton lebih.
Dibandingkan kebutuhan dalam negeri yang hanya 28 juta ton pertahun, menurt Bungaran, semestinya tidak perlu impor lagi, bahkan dimungkinkan untuk mengekspor beras. Namun dia belum berani memastikan apapun. Menurutnya, evaluasi terhadap kebijakan itu baru akan dilakukan sepekan sebelum 20 Juni.
Menurut Bungaran, bisa saja keran impor dibuka. "Tapi macam-macam option-nya, misalnya Bulog saja yang mengimpor, atau importir terbatas, atau semuanya boleh," kata dia.
Deddy Sinaga - Tempo News Room





