Pertamina Batal Terbitkan Obligasi Tahun Ini
Selasa, 11 Mei 2004 | 16:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero) batal menerbitkan obligasi senilai US$500 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun tahun ini. Kondisi pasar saat ini dinilai tidak tepat untuk menerbitkan obligasi.
"Pasarnya sudah jelek semua, nggak kondusif," kata Direktur Keuangan Pertamina, Alfred Rohimone, di Jakarta, Selasa (11/5). Karena itu, menurutnya, kemungkinan besar penerbitan obligasi akan dibatalkan. Namun direksi belum membuat keputusan resmi mengenai hal itu.
Alfred khawatir, bila Pertamina memaksa untuk mengeluarkan obligasi tahun ini juga maka hasilnya tidak akan memuaskan. Ia mencontohkan penerbitan obligasi yang belakangan dilakukan pemerintah dan perusahaan lain.
"Lihat saja bond yang dikeluarkan pemerintah. Yield-nya berapa, 8 atau 9 persen. Demikian juga dengan Medco, yield-nya 11 persen. Ngapain Pertamina keluarkan bond kalau kondisinya seperti ini. Lihat tuh pemerintah baru mengeluakan bond langsung jebol," ujarnya.
Sebelumnya, rencana penerbitan obligasi Pertamina itu juga diungkapkan Alfred. Pengeluarannya akan dilakukan setelah pihaknya melakukan penjajakan ke sejumlah negara. Namun penjajakan itu sifatnya masih non-deal roadshow atau penjajakan tanpa membuat komitmen bisnis.
Rencana penerbitan obligasi itu sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu. Namun, karena terjadi pergantian direksi dan perlunya konsolidasi, manajemen baru menunda pelaksanaan penerbitan obligasi itu.
Dana hasil obligasi itu akan digunakan untuk membiayai sejumlah investasi. Hal itu berkaitan dengan rencana Pertamina yang akan memfokuskan bisnisnya sekitar 70 persen pada kegiatan usaha hulu. Sektor tersebut dinilai lebih menghasilkan keuntungan dibandingkan sektor hilir.
Tahun lalu, PT Pertamina Tongkang juga berencana untuk menerbitkan obligasi. Saat itu Pertamina membutuhkan dana yang besar, sekitar US$ 500 juta untuk membeli 12 unit kapal tangker. Selain untuk mengembangkan anak perusahaannya, alasan penerbitan obligasi oleh Pertamina Tongkang adalah karena induk perusahaan belum bisa mengeluarkannya. Hal itu mengingat status Pertamina saat itu belum menjadi perseroan. Namun rencana penerbitan obligasi ini pun dibatalkan.
Alfred menjelaskan, pihaknya akan melakukan tes terhadap pasar terlebih dulu sebelum obligasi dikeluarkan. Pertamina juga akan melakukan road show ke London dalam waktu dekat. "Kami mau lihat viewnya investor terlebih dulu," ujarnya.
Sejauh ini, Pertamina belum menunjuk perusahaan sebagai penjamin obligasi. Pembicaraan informal memang sudah dilakukan, tapi belum ada kepastian.
Retno Sulistyowati-Tempo News Room





