Direksi Indofarma Setujui Penjualan Anak Perusahaannya

Kamis, 13 Mei 2004 | 11:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jajaran direksi PT Indofarma Tbk. menyetujui penjualan anak perusahaannya, PT Indofarma Global Medika sebagai bagian dari restrukturisasi corporate. "Kami mengundang mitra strategi bukan saja untuk anak perusahaan tapi juga induk perusahaan," kata Direktur Utama PT Indofarma Tbk. Dani Pratomo, dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi Industri dan Perdagangan DPR di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (13/5).

Dani menyebutkan, empat kriteria bagi mitra strategis ini. Pertama, investor bersedia mendukung program untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan obat bagi rakyat. "Indofarma tetap menjaga ciri khasnya sebagai perusahaan obat generik," kata dia. Kedua, investor harus memiliki produk unggulan untuk memperbaiki portofolio produk Indofarma. Produk unggulan ini, kata Dani, merupakan produk obat-obatan atau alat kesehatan lainnya.

Ketiga, investor harus memiliki akses pasar untuk mendukung perluasan produk Indofarma. Dani menegaskan, Indofarma diharapkan menjadi perusahaan terkemuka di tingkat regional setelah masuknya investor strategis. Untuk itu, tambahnya, mitra strategis ini minimal harus kuat di tingkat regional. "Salah satu kelemahan Indofarma dalam mengembangkan bisnisnya saat ini adalah kurangnya jaringan-jaringan untuk mengekspor obat-obatan," kata dia.

Terakhir, kata Dani, investor strategis harus mempunyai sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan perseroan. Sumber daya ini, lanjut Dani, bukan hanya ketersediaan dana, tapi teknologi informasi serta peralatan operasional lainnya.

Langkah restrukturisasi kepemilikan ini merupakan upaya Indofarma untuk mengatasi kerugian yang dialami dalam dua tahun terakhir. Pada 2003 lalu, Indofarma mengalami kerugian Rp 129,57 miliar, meningkat dibanding kerugian tahun 2002 sebesar Rp 59,83 miliar. Untuk proyeksi tahun 2004, Dani optimis bisa memperoleh keuntungan Rp 35 miliar. Namun, tambahnya, angka ini masih belum dapat dipastikan.

Jajaran direksi, tambah dia, sepakat untuk melakukan langkah revolusioner seperti diusulkan jajaran komisaris Indofarma. Selain restrukturisasi kepemilikan, Indofarma juga melakukan restrukturisasi bisnis. Ke depan, fokus Indofarma adalah pada bisnis utama dan menutup divisi di luar kompetensi perseroan. "Kami juga akan menghentikan produk-produk yang tidak berhasil atau profitable," kata dia. Selain itu, Indofarma juga akan menyusun ulang proses bisnis serta hubungan induk dan anak perusahaan.

Dalam restrukturisasi organisasi, Indofarma akan melakukan perampingan struktur organisasi serta pengembangan sistem berbasis komputer. Menurutnya, Indofarma memang memerlukan restrukturisasi besar-besaran untuk antisipasi kerugian yang lebih besar tahun 2004. "Indofarma ibaratnya macan yang dibesarkan di Taman Safari dan tiba-tiba dilepaskan di alam bebas," kata dia. "Jadinya kurus," timpal salah seorang anggota DPR.

Kerugian yang dialami Indofarma pada 2003 lalu, kata Dani, merupakan akibat persaingan ketat di pasar obat generik. Selain itu, portofolio produk Indofarma dianggap belum ideal dan mempunyai beban bunga yang sangat tinggi sebesar Rp 40,9 miliar. Kerugian ini juga akibat adanya penyisihan penghapusan produk sebesar Rp 80 miliar.

Yandi M.R. - Tempo News Room

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: